Polisi Kucing-Kucingan Tangani Geng Motor di Riau

Kompas.com - 09/10/2013, 21:14 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw
PEKANBARU, KOMPAS.com - Tertangkapnya Mardirjo alias Klewang, bos geng motor di Riau tak serta-merta menyelesaikan kasus peredaran geng motor di Pekanbaru, Riau. Tak jarang polisi harus kucing-kucingan dengan anggota geng motor yang jumlahnya ratusan tersebut.

"Kita operasi pukul 22.00-24.00 WIB, mereka beraksi pukul 01.00 WIB. Kita operasi pukul 01.00-03.00 WIB, mereka operasi pukul 04.00 WIB. Jadinya kita kucing-kucingan sama mereka," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Pekanbaru, Komisaris Polisi M Mustofa di Polrestabes Pekanbaru, Riau, Rabu (9/10/2013).

Mustofa mengatakan, saat ini jumlah anggota geng motor relatif berkurang. Bukan hanya karena bos besar mereka telah tertangkap, namun juga karena adanya razia rutin yang selalu dilakukan secara berkala. Biasanya, razia tersebut digelar setiap jumat malam dan Sabtu malam. Terutama pada waktu-waktu yang dianggap krusial antara pukul 22.00-04.00 WIB.

Sementara itu, Kapolrestabes Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar mengatakan, dalam satu anggota geng motor, jumlah anggota geng itu dapat mencapai 200 orang. Jumlah tersebut didominasi remaja usia pelajar. Adang menambahkan, keberadaan anggota geng motor itu dianggap meresahkan warga, terutama warga yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima.

Pasalnya, tak jarang anggota geng motor itu menyerang para pedagang kaki lima. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 56 orang yang berhasil diamankan dan ditahan oleh pihak Polres. Rata-rata usia yang ditahan tersebut masih usia pelajar," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X