Kompas.com - 09/10/2013, 20:19 WIB
Foto AJ, warga Mranggen Kabupaten Demak, tersangka penipuan berkedok penerimaan PNS di Magelang. Saat ini masih dalam pencarian polisi. KOMPAS.com/IKA FITRIANAFoto AJ, warga Mranggen Kabupaten Demak, tersangka penipuan berkedok penerimaan PNS di Magelang. Saat ini masih dalam pencarian polisi.
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com
– Tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY mendatangi Mapolres Magelang Kota guna menindaklanjuti laporan Estiningsih, istri dari Taufik Murtadlo, tersangka penipuan berkedok rekruitmen CPNS, Rabu (9/10/2013).

Budhi Masthuri, Pelaksana Perwakilan ORI DIY menjelaskan, sebagaimana dalam laporan Esti, pihaknya mempertanyakan langkah kepolisian yang dinilai diskriminatif memperlakukan suami Estiningsi dengan tersangka lainnya, Bripka Eko Yuli Prasojp (EYP) yang merupakan anggota Polres Magelang Kota.

“Pelapor merasa keberatan dan mempertanyakan kenapa suaminya ditahan, sedangkan tersangka lainnya, Bripka Eko Yuli tidak. Kami ke sini untuk mengklarifikasi sekaligus mendengar paparan dari Kapolres Magelang Kota terkait hal itu,” jelas Budhi di Mapolres Magelang Kota.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto menyatakan, proses hukum terhadap kedua tersangka penipuam CPNS sudah sesuai prosedur dan undang-undang. “Keduanya memang tidak kami tangkap dan tahan dalam waktu bersamaan. TM kami tangkap dan tahan lebih dulu, sedangkan EYP dua hari setelahnya,” terang Tommy.

Menurut Tommy, hal itu juga didasarkan atas pertimbangan dan rekomendasi dari tim penyidik Polres Magelang Kota yang meyakini bahwa EYP tidak akan menghilangkan barang bukti ataupun melarikan diri.

“Itu pertimbangan dari penyidik, dan karena yang bersangkutan merupakan anggota (polisi) jadi masih bisa terpantau. Tapi setelah semua pemeriksaan internal selesai, saya langsung perintahkan untuk menahan dia,” tandasnya.

Hingga saat ini, lanjut Tommy, keduanya masih berada di ruang tahanan yang sama di Mapolres Magelang Kota. Pihaknya juga masih menunggu perintah dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang untuk tindakan lebih lanjut, termasuk mengejar AJ, pelaku yang diduga menjadi otak penipuan CPNS Kementerian Keuangan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.