Kompas.com - 09/10/2013, 09:32 WIB
Beberapa aparat bersenjata lengkap saat menertibkan salah satu lokasi tambang emas liar di kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang, Kalimantan Barat (8/10/2013) istimewa/dok.Polres SingkawangBeberapa aparat bersenjata lengkap saat menertibkan salah satu lokasi tambang emas liar di kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang, Kalimantan Barat (8/10/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGKAWANG, KOMPAS.com - Komitmen Polres Singkawang dalam usaha memberantas pertambangan emas ilegal (PETI) kembali dibuktikan. Bekerjasama dengan Satuan Brimob, Polres Singkawang menertibkan lokasi penambangan emas liar di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (8/10/2013) sore.

Sedikitnya 28 unit mesin dongfeng (dompeng) milik penambang liar berhasil diamankan dan langsung dimusnahkan di lokasi. Puluhan personel gabungan Polres Singkawang dan Satuan Brimob diturunkan ke lokasi, di antaranya beberapa anggota bersenjata lengkap dan menggunakan tiba mobil dalmas.

Polisi yang diturunkan tak hanya berpakaian dinas, tapi juga berpakaian preman. Tak ketinggalan unit intel dan unit lantas Polres Singkawang juga diterjunkan kelokasi penertiban.

Kepala Bagian Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian memaparkan, razia yang dilakukan merupakan komitmen agar wilayah Kota Singkawang bersih dari aktivitas PETI. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat sekitar yang kurang setuju dengan adanya aktivitas penambangan emas ilegal di lokasi tersebut.

“Razia yang kita lakukan sesuai dengan komitmen dan tekad bersama agar Singkawang bersih dari aktivitas penambang liar,” ujar Bastian, Selasa (8/10/2013) sekitar pukul 18.50 malam, usai melakukan razia di Mapolres Singkawang.

Namun sayang, para pekerja tersebut kabur meninggalkan lokasi ketika aparat tiba. Polisi hanya membawa satu set mesin dompeng untuk dijadikan barang bukti. Selain itu, turut diamankan juga sebanyak 13 unit kendaraan bermotor milik pekerja yang berada di lokasi dompeng.

"Lokasi operasi kali ini lebih luas dari sebelumnya (1/10/2013), lokasi kali ini sekitar 5 hektar luasnya. Sayang pekerja nya sudah kabur. Kita hanya dapat 28 mesin yang sedang beroperasi, dan kita musnahkan di tempat," kata Bastian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi yang dihimpun, aktivitas penambangan emas liar dilokasi tersebut sudah dilakukan selama delapan bulan.

Pantauan di lapangan, kata Bastian, jelas terlihat kerusakan lingkungan yang disebabkan aktivitas ilegal ini.

Razia serupa yang yang pernah dilakukan pada bulan April yang lalu ternyata tak membuat aktivitas dilokasi tersebut menjadi terhenti. Untuk mengantisipasi aktivitas penambang liar ini, harus ada kerjasama dari masyarakat.

Diharapkan masyarakat bisa memberikan informasi sekecil apapun terkait aktivitas penambangan liar. “Operasi sudah berulang kali dilakukan. Kita berharap adanya kerjasama dari masyarakat dan aparat untuk memberantas aktivitas penambangan ilegal. Diharapkan nantinya masyarakat supaya segera melaporkan kepada pihak kepolisian agar di tindak lanjuti,” imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu dan menyelidiki pemilik mesin dompeng dan akan memproses barang bukti yang diamankan. Khusus untuk kendaraan bermotor, polisi mengimbau kepada pemilik untuk segera mengambilnya di markas Polres Singkawang. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.