Sleman Kantongi HKI Salak Pondoh

Kompas.com - 08/10/2013, 22:44 WIB
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komoditi unggulan Kabupaten Sleman, Salak Pondoh kini telah mengantongi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Permohonan yang diproses sekitar setengah tahun ini secara sah telah disetujui oleh Direktur Jenderal HKI Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM).

Sertifikat HKI diberikan kepada Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis Salak Pondoh Sleman (KPIG-SPS). Komunitas tersebut selama ini secara konsisten telah membudidayakan dan mengembangkan tanaman Salak Pondoh di Kabupaten Sleman.

"Sertifikat diserahkan 27 Agustus lalu bersamaan dengan 14 paten lain," ujar Kepala Bagian Humas Setda Sleman, Endah Sri Widiastuti, Selasa (08/10/2013).

Ia memaparkan, perlindungan hak Indikasi Geografis ini mengatur secara rinci kondisi geografis lahan salak pondoh di Kabupaten Sleman. Contohnya, kadar keasaman tanah yang berpengaruh terhadap kualitas rasa Salak Pondoh. Karakteristik sebuah produk muncul karena faktor lingkungan geografis, termasuk alam dan manusia atau kombinasi keduanya.

"Dengan adanya sertifikat HKI, maka jika ada pihak yang hendak memproduksi atau mengeksploitasi Salak Pondoh untuk kepentingan bisnis, harus mendapat izin dari Pemkab Sleman," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk setiap produk olahan yang menggunakan label Salak Pondoh, bahan baku salaknya harus membeli dari petani di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Sekda Sleman Sunartono mengatakan, pendaftaran salak berindikasi geografis ini merupakan bagian dari strategi marketing. Tujuanya meningkatkan nilai ekonomis sekaligus melindungi produsen dan konsumen dari produk palsu. "Kami terus mendorong masyarakat agar sadar paten," ucapnya.

Menurutnya, tahun ini akan disalurkan stimulan berupa biaya pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi 15 merek dagang, lima hak cipta, dan satu hak paten.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X