Kompas.com - 08/10/2013, 16:49 WIB
Sejumlah ekor sapi kurban tengah melahap sampah rumah tangga yang telah terkontaminasi zat berbahaya di jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jumat, (27/09/2013). KOMPAS.com / ABDUL HAQSejumlah ekor sapi kurban tengah melahap sampah rumah tangga yang telah terkontaminasi zat berbahaya di jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jumat, (27/09/2013).
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih hewan kurban ataupun membeli daging ternak. Pasalnya, saat ini marak hewan ternak, khususnya sapi, yang diberi makan sampah oleh pemiliknya.

"Balai penelitian hewan merekomendasikan agar sapi yang diberi makan sampah untuk tidak dikonsumsi," tekan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Senin (7/10/2013).

Ia mengungkapkan, daging sapi pemakan sampah mengandung residu logam berat sehingga sangat berbahaya jika dimakan. Walau demikian, Widi menegaskan bahwa para peternak di wilayah Sleman bebas dari sapi yang diberi makan sampah. Ini karena mereka sudah memiliki kesadaran akan bahayanya daging sapi pemakan sampah. "Kami selalu mengingatkan agar pedagang juga berhati-hati," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distanhut Sleman Suwandi Azis mengaku, pihaknya pernah menemukan sapi yang kesehatannya bermasalah dan merekomendasikan kepada pembeli agar hewan ternak itu tidak dipotong. "Kita sarankan agar dikembalikan kepada pedagang, dan menukarnya dengan ternak yang sehat," ucapnya.

Saat pemotongan kurban pada hari raya Idul Adha, pihaknya juga menyarankan agar panitia tidak menggunakan alas plastik kresek hitam untuk menyimpan daging. Sebaiknya, pilih plastik jenis bening untuk wadah.

"Kresek hitam itu mengandung bahan daur ulang yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker), jadi gunakan yang jenisnya bening," katanya.

Pihaknya juga mempersilakan jika ada panitia pemotongan hewan kurban Idul Adha yang ingin konsultasi dengan petugas posko. Masyarakat juga bisa meminta bantuan pengecekan kondisi ternak. "Silakan saja hubungi nomor telepon yang tertera di pengumuman posko. Layanan ini gratis," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.