Kompas.com - 08/10/2013, 15:42 WIB
Petugas dari Dinas Pertanian Kota Kediri, Jawa Timur, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di sentra penjualan hewan kurban di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Selasa (8/10/2013). Kompas.com/ M.Agus Fauzul HakimPetugas dari Dinas Pertanian Kota Kediri, Jawa Timur, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di sentra penjualan hewan kurban di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Selasa (8/10/2013).
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com - Harga jual hewan kurban di Kota Kediri, Jawa Timur, naik antara 30 persen hingga 50 persen dibanding tahun lalu. Dinas Pertanian setempat mengatakan kenaikan itu disebabkan terbatasnya stok karena ada peraturan ketat tentang peredaran sapi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dokter hewan Dinas Pertanian Kota Kediri, Pujiono, mengatakan salah satu peraturan itu adalah larangan peredaran sapi dengan bobot di bawah 400 kilogram. "Stok sapi menjadi terbatas," imbuh petugas di bagian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ini, Selasa (8/10/2013).

Sementara itu, seorang pedagang kambing kurban, Sujarwo, menyatakan, permintaan daging kurban tahun ini turun hingga 70 persen dibandingkan tahun lalu.

"Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, enam hari jualan bisa menghabiskan 100 sampai 150 ekor kambing. Tapi tahun ini, dengan jumlah hari yang sama, hanya mampu jual 20 ekor saja," kata pedagang yang mangkal di Kelurahan Tempurejo ini.
 
Penurunan permintaan itu, menurut pria yang mengaku sudah berdagang kambing sejak tahun 1978 ini, terjadi karena kenaikan harga hewan kurban. Peningkatan harga itu menurutnya mencapai Rp 300.000 hingga lebih pada tiap ekornya.
 
"Harga kambing meningkat karena pengaruh harga kebutuhan pokok juga naik. Beras dulu harganya segitu, sekarang mahal," imbuhnya.
 
Pria yang keseharian berprofesi sebagai tukang jagal kambing ini menambahkan, ditambah pula biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kambing-kambing dagangannya itu. Perawatan bisa dalam bentuk obat-obatan, tenaga kerja, maupun pakan yang harus dibeli setiap harinya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.