Soekarwo: Tak Ada Suap di Putusan MK soal Pilkada Jatim

Kompas.com - 07/10/2013, 18:29 WIB
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo usai melantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Malang Malang M Anton-Sutiaji, di di gedung DPRD Kota Malang, Jumat (13/7/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunGubernur Jawa Timur, Soekarwo usai melantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Malang Malang M Anton-Sutiaji, di di gedung DPRD Kota Malang, Jumat (13/7/2013).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan, putusan Mahkamah Konstitusi  dalam perkara perselisihan hasil Pemilihan Gubernur Jatim tidak dicemari kasus suap, seperti yang saat ini sedang menimpa Ketua MK nonaktif Akil Mochtar.

"Putusan yang ini tidak berhubungan dengan itu (kasus suap)," kata Soekarwo, seusai sidang putusan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Senin (7/10/2013).

Sebelum pembacaan putusan, sempat terjadi hal yang tak biasa. Hakim pemimpin sidang pleno Hamdan Zoelva menanyakan kepada pemohon, termohon, dan para pihak apakah pernah menemui atau menghubungi hakim konstitusi selama sidang berjalan. Mereka mengaku tidak pernah.

"Karena berkembang berbagai info, ada yang pernah menghadap hakim. Kami mau klarifikasi," kata Hamdan.

Dalam putusan tersebut, MK menolak semua gugatan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah). Seperti diberitakan, pasangan itu menuding telah terjadi pelanggaran sistematis, terstruktur, dan masif yang dilakukan pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa)  selama pelaksanaan Pilgub Jatim.

Menurut Soekarwo, putusan yang menguntungkan pihaknya tersebut sudah sesuai fakta hukum yang ada. Pihaknya sebagai pihak termohon hanya meyiapkan fakta-fakta hukum yang dapat memperkuat posisinya dalam persidangan. Sisanya, Sukarwo mengaku menyerahkan semuanya kepada MK.

Dalam putusannya, MK menganggap pasangan Karsa sebagai incumbent (petahana) tidak terbukti menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk kampanye, seperti program Jalin Kesra Bantuan RTSM. Memang, dalam stiker program tersebut memuat foto Soekarwo. Namun, menurut MK, foto itu bukan dalam kapasitas sebagai cagub, melainkan sebagai gubernur. Apalagi anggaran sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

"MK juga berpendapat, Karsa tidak terbukti memanfaatkan birokrasi untuk kampanye. Justru, menurut MK, sebaliknya. Gubernur telah menerbitkan surat edaran (kepada jajaran pemerintah di Jatim) untuk menjaga netralitas PNS," kata hakim konstitusi.

Selain itu, tuduhan bahwa pasangan Karsa melakukan penjegalan pasangan Berkah tidak terbukti dan tidak beralasan menurut hukum. Begitu pula terkait dalil tidak disosialisasikannya nama pemohon sebagai pasangan calon oleh KPU Jatim.

Terkait tudingan bahwa Karsa menggunakan dana bantuan sosial untuk kampanye, majelis hakim juga berpendapat tidak terbukti. Tidak terbukti pemberian bansos mempengaruhi kebebasan pemilih, kata hakim konstitusi.

"Adapun terkait tudingan pelanggaran lainnya, majelis hakim menilai pasangan Berkah tidak bisa membuktikan telah terjadi pelanggaran bersifat sistematis, terstruktur, dan masif. Dalil-dalil pemohon tidak terbukti menurut hukum," ujar hakim.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X