Ditemukan Hewan Kurban Stres dan Kurang Gizi

Kompas.com - 07/10/2013, 14:25 WIB
Warga Pinrang, Sulawesi Selatan, memilih membeli hewan kurban jauh-jauh hari agar mendapatkan harga yang murah. Sebagian besar bahkan sudah membayar lunas hewan kurban yang mereka pilih.
KOMPAS.com/ JunaediWarga Pinrang, Sulawesi Selatan, memilih membeli hewan kurban jauh-jauh hari agar mendapatkan harga yang murah. Sebagian besar bahkan sudah membayar lunas hewan kurban yang mereka pilih.
|
EditorKistyarini

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Sepekan menjelang hari raya Idul Adha, yang jatuh pada 15 Oktober 2013, petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memeriksa lokasi penjualan hewan kurban di Jalan Adisucipto, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan masih banyak kambing yang sakit mata, stres dan kurang gizi. Kondisi tersebut terjadi disebabkan kandang yang tidak bersih dan debu jalanan yang berlebih karena kondisi kemarau.

"Yang paling utama karena kondisi kebersihan kandang serta debu. Hal tersebut bisa menyebabkan kambing stres dan beleken," kata Muryadi, petugas Dinas Peternakan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah kepada Kompas.com, Senin (7/10/2013).

Untuk mengantisipasi penularan ke hewan lainnya, petugas memberikan salep mata dan menyuntikkan vitamin terhadap hewan yang dianggap kurang sehat.


Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memeriksa kambing yang belum cukup umur untuk dikurbankan. Petugas memeriksa susunan gigi bagian depan kambing dan menemukan masih banyak hewan yang masih terlalu muda untuk dikurbankan. Dalam kasus ini tidak tindakan khusus yang diambil. Petugas hanya menyarankan untuk tidak menjual kambing yang masih muda.

Sementara itu, petugas juga memeriksa kesehatan sapi di salah satu peternakan sapi di wilayah Tohudan, Karanganyar. Petugas tidak menemukan penyakit antrax pada sapi sapi yang dijual tersebut.

Namun justru saat akan memeriksa sapi jenis limosin dengan bobot ratusan kilo, salah satu petugas hampir diseruduk sapi "raksasa" tersebut. Suasana sedikit panik dan akhirnya petugas akhirnya memeriksa sapi yang lebih jinak.

"Bisa dibayangkan sebetulnya hewan hewan tersebut stres karena perjalanan jauh lalu diturunkan dari truk dan berdebu. Kondisi tersebut menyebabkan hewan kondisinya menurun atau mudah emosi," kata Muryadi.

Sementara itu, harga per ekor kambing ukuran sedang saat ini mencapai Rp 2,5 juta per ekor, dan untuk sapi bisa mencapai Rp 13 juta per ekor. Seorang pedagang kambing, Kusnanto, mengaku tahun ini penjualan hewan kurban menurun dibandingkan tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X