Kompas.com - 06/10/2013, 20:21 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Rencana pihak Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang ingin mengalihkan status dari swasta menjadi negeri tidak terealisasi. Rencana ini terganjal maslah belum adanya sertifikat tanah atas bangunan kampus Unimor.

Pembantu Rektor II Unimor, Maximus L Taolin, Minggu (6/10/2013) mengaku, semua persyaratan terkait pengalihan status sudah dilengkapi, termasuk dukungan dari pemerintah daerah TTU.

“Hanya satu syarat terakhir yang belum kita penuhi yakni sertifikat tanah. Dari pihak Kementerian Pendidikan Nasional selalu menanyakan melalui telepon, email maupun saat bertemu langsung di Jakarta, terkait sejauh mana upaya pemerintah daerah dalam hal mempersiapkan lahan yang bersertifikat bagi Unimor,” kata Maximus.

Maximus mengatakan, lahan keseluruhan yang dimiliki oleh pihak Unimor seluas 40 hektar telah dihibahkan oleh pemerintah daerah TTU pada tahun 2000 lalu. “Kita harapkan bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) TTU untuk mempercepat proses tukar guling tanah karena itu adalah tanggung jawab pemda TTU," kata Maximus.

Menurut Maximus, Unimor memang sudah layak untuk menjadi negeri dan diprioritaskan oleh Dikti karena posisinya berbatasan langsung dengan Timor Leste. Selain itu banyak juga mahasiswa Unimor yang berasal dari Timor Leste.

“Kalau kita tidak segera tingkatkan pelayanan, perbaikan infrastruktur sarana dan prasarana dan peningkatan sumber daya manusia, maka kuatirnya kita akan ketinggalan karena saat ini di Timor Leste, sudah berdiri satu universitas yang megah sekali sehingga jangan sampai lima sampai 10 tahun mendatang, bukan anak Oekusi (Distrik Timor Leste) yang kuliah di Unimor tetapi malah nanti anak-anak kita yang akan kuliah di Oekusi,” papar Maximus.

Terkait dengan hal itu, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengaku, upaya menjadikan Unimor menjadi universitas negeri adalah programnya bersama wakil bupati TTU.

“Tinggal dua langkah lagi untuk penetapan status Unimor yakni SK Menteri Kehutanan terkait dengan tukar guling tanah kilometer 9 itu dan proses sertifikasi. Karena persyaratannya di departemen pendidikan nasional yakni tanah untuk mendirikan unimor itu harus punya sertifikat karena tanah itu berada dalam kawasan tukar guling. Kita harapkan sebelum tahun 2015 Unimor sudah bisa jadi negeri,” kata Raymundus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.