Kompas.com - 04/10/2013, 18:37 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan akan menyelesaikan masalah utang makan-minum Pemerintah Provinsi Sulsel yang masih tertunggak sebesar Rp 7,9 miliar. Namun, penyelesaian tersebut dilakukan secara bertahap.

Syahrul yang dimintai tanggapannya terkait masalah itu, di Makassar, Jumat (4/9/2013), mengatakan, jamuan makan-minum untuk acara-acara di lingkup pemerintahan merupakan hal yang biasa.

Hampir setiap hari Pemprov Sulsel selalu menggelar acara, termasuk menerima kunjungan-kunjungan menteri. Karena itu, pihaknya tak mungkin tidak menerima tamu karena alasan anggaran habis.

”Pemerintah kan tak pernah berakhir, bisa saja dari sekian tahun lalu (utang) belum bisa diselesaikan. Tapi, itu tanggung jawab kami dan akan diselesaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, besaran utang itu bisa diselesaikan mengingat anggaran Pemprov Sulsel yang mencapai Rp 4 triliun per tahun. ”Jadi, tak perlu terlalu khawatir,” katanya.

Ia mengatakan, penyelesaian utang makan-minum senilai Rp 7,9 miliar itu akan dilakukan oleh Biro Umum dan Perlengkapan dengan cara bertahap dari pos anggaran biro tersebut.

16 restoran dan hotel

Pemprov Sulsel masih menunggak utang sebesar Rp 7,9 miliar kepada 16 rumah makan dan hotel tempat penyelenggaraan berbagai acara. Utang itu telah terakumulasi sejak sebelum Syahrul menjabat gubernur pada 2008.

Sebelumnya, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel Arwien Azis mengatakan, biaya makan-minum kerap membengkak karena seringnya digelar acara yang tak terjadwal.

Ada pula jamuan acara-acara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dibebankan kepada Biro Umum dan Perlengkapan karena acara tersebut tak masuk dalam penganggaran SKPD tersebut.

Pengajar sosiologi politik Universitas Hasanuddin, M Darwis, mengatakan, Pemprov perlu memperketat regulasi terkait makan-minum itu.

”Penganggaran makan-minum juga perlu dihemat, misalnya untuk rapat-rapat kerja yang tak memakan waktu lama, tak perlu ada jamuan makan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X