Kompas.com - 04/10/2013, 18:26 WIB
Ilustrasi Pembunuhan JITETIlustrasi Pembunuhan
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — PS (33), pelaku perampokan berujung pembunuhan ibu rumah tangga bernama Sri Erna (40), warga kompleks Arcamanik Endah Nomor 11/125, RT 001 RW 002, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku tidak memerkosa korbannya sebelum atau sesudah tewas dipukul dengan balok kayu. Pada saat ditemukan, Selasa (1/10/2013) sore, Sri Erna dalam keadaan setengah berbusana, tanpa mengenakan celana.

"Tidak ada bentuk kekerasan seksual," kata Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Sutarno saat ditemui di Markas Polrestabes Bandung di Jalan Merdeka Kota Bandung, Jumat (4/10/2013).

Sutarno mengatakan, pada saat kejadian, pelaku yang baru kemarin ditangkap di rumah pamannya, di Bekasi, ini tepergok oleh Sri Erna saat mengendap-endap keluar rumah korban. Pada saat itu Sri Erna tengah berganti pakaian di dalam kamarnya. Panik mendengar Sri Erna berteriak, PS langsung menghantamkan balok kayu ke arah kepala korban hingga tewas.

Balok kayu tersebut memang telah dibawa PS dari lantai atas rumah korban. PS kemudian membawa jasad Sri Erna ke kamar mandi. "Dari hasil visum juga tidak ada indikasi ke arah sana (kekerasan seksual). Korban waktu itu mau ganti baju. Kalau dari keterangan dia (pelaku), kamar korban biasanya ditutup dan dikunci dari dalam, tetapi saat itu tidak dikunci. Korban pun melihat pelaku dan  berteriak," tutur Sutarno.

Sutarno menjelaskan kronologi terjadinya perampokan berujung pembunuhan ibu rumah tangga tersebut. Berdasarkan keterangan dari tersangka, selama ini PS tinggal bersama pamannya di Bekasi. Malam hari sebelum kejadian, PS mendapat tawaran untuk bekerja di sebuah toko kembang yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban.

"Pelaku berangkat sore dari Bekasi dan tiba di Terminal Leuwipanjang, Bandung, sekitar pukul 22.00 WIB. Namun karena pelaku tidak punya uang lagi, akhirnya pelaku jalan kaki," tuturnya.

Cukup lama pelaku berjalan kaki menuju toko kembang rekannya. Setibanya di lokasi pada Selasa (1/10/2013) pukul 04.00 WIB, kata Sutarno, pelaku tidak bertemu dengan sang pemilik toko. PS pun teringat dengan rumah korban, Sri Erna, yang berada tidak jauh dengan tujuannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Sutarno, pelaku hapal betul seluk-beluk rumah korban karena pernah bekerja sebagai kuli bangunan serabutan di daerah tersebut. Selain itu, pelaku juga pernah berpacaran dengan mantan pembantu korban.

"Keterangan awal, tersangka ini sering ke rumah korban. Tersangka dulu pernah punya hubungan dengan pembantunya, 2 tahun lalu. Dia pernah kerja serabutan di sekitar situ, dan keluarga korban juga suka minta tolong," ujarnya.

Karena sudah tidak asing dengan kondisi rumah korban, tersangka langsung memanjat tembok belakang rumah dan masuk dengan mulus menuju kamar mantan pacarnya yang juga mantan pembantu korban. Pada saat itu, kondisi kamar sedang kosong karena mantan pacarnya sudah tidak bekerja lagi di rumah korban.

Kemudian, tersangka PS mengaku sempat tertidur di dalam kamar kosong tersebut selama beberapa jam. Pelaku kemudian terbangun oleh suara yang cukup gaduh. Melihat hari sudah terang, pelaku berencana untuk keluar dari rumah korban dan menunggu hingga rumah sepi. Setelah merasa situasi mulai kondusif, pelaku kemudian mencoba keluar dari pintu depan rumah. "Tersangka tidak mau keluar dari belakang karena tahu kalau siang hari sudah ramai," ucapnya.

Saat akan keluar dari rumah, sambungnya, PS justru tepergok oleh Sri Erna yang saat itu sedang mengganti pakaian di dalam kamarnya. Panik mendengar korban berteriak, pelaku kemudian memukul kepala korban dengan balok kayu yang sudah dibawanya dari lantai atas dengan alasan untuk melindungi diri.

Kadung telah melakukan tindak kriminal, PS akhirnya memutuskan untuk menggasak sekalian barang-barang berharga milik korban. Tersangka lebih memilih barang-barang yang mudah dibawa, seperti 4 komputer jinjing berbagai merek, 4 ponsel, dan satu sepeda motor bebek merek Honda Supra X 125. "Tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 Ayat 4 jo 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati dan atau 20 tahun penjara," kata Sutarno.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.