Kompas.com - 04/10/2013, 15:33 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com – Pasangan M Andriyansah (22) dan Chintia Dhine Damayanti (18) tidak pernah membayangkan sebelumnya jika hendak melangsungkan pernikahan di dalam tahanan. Namun kenyataan itu harus dihadapi lantaran sang mempelai pria, Andriayansah, terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor.

Selama prosesi akad nikah yang berlangsung di Masjid Al-Muutaqin, Polres Magelang, Andriyansyah lebih banyak diam tertunduk. Tidak ada senyum bahagia layaknya pengantin baru pada umumnya. Begitu pula dengan mempelai wanita, Chintia, warga Kwayuhan Gelangan, Kota Magelang, yang menunjukkan raut muka sedih. Mengenakan baju sederhana, tanpa makanan mewah maupun iringan musik pengantin, keduanya mengikrarkan ikatan pernikahan di hadapan penguhulu dan kerabat dekat mereka yang hadir.

Tampak beberapa anggota Polres Magelang yang ikut menyaksikan untuk mengamankan Andriyansah yang berstatus tersangka itu. Barangkali kondisi tersebut membuat Andriyansah semakin tegang dan tidak konsentrasi. Terlihat ketika ia salah mengucapkan ikrar ijab qabul. Pria asal Dusun Banaran Desa Tempurejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang itu pun diminta oleh penghulu untuk mengulang kembali ucapan ijab qabul. “Diulang lagi ya? jangan sampai terputus kalimatnya," kata H Nur Ahsan, penghulu tersebut.

Seusai prosesi tersebut, mempelai wanita kemudian mencium tangan suaminya sebagai tanda bakti dan menunjukkan buku bukti nikah. “Senang akhirnya bisa menikahi Chintia, ini juga demi anak yang dikandungnya,” katanya merujuk pada kehamilan Chintia yang sudah masuk bulan kelima.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Saprodin mengatakan, pihaknya memberikan izin tersangka menyelenggarakan akad nikah di tahanan Mapolres setempat karena tahanan juga memiliki hak tersebut. Bahkan, pihaknya juga telah meyiapkan ruangan khusus untuk mereka berbulan madu. Namun, ternyata mempelai wanita memilih untuk pulang ke rumah seusai prosesi pernikahan. “Kita sudah memfasilitasi namun yang bersangkutan tidak mau, memilih pulang,” ujar Saprodin.

Disebutkannya, Andriyansah merupakan satu dari tujuh kawanan pencuri sepeda motor lintas provinsi yang belum lama ini dicokok polisi. Kawanan ini sudah beraksi di 44 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Magelang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.