Kompas.com - 03/10/2013, 20:34 WIB
Akil Mochtar, saat memimpin sidang perdana Permohonan Pengujian Undang-undang di Mahkamah Konstitusi oleh Slank, Jakarta, Rabu (6/3/2013).   TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Akil Mochtar, saat memimpin sidang perdana Permohonan Pengujian Undang-undang di Mahkamah Konstitusi oleh Slank, Jakarta, Rabu (6/3/2013).
EditorFarid Assifa

PALEMBANG, KOMPAS.com
 — Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) Divisi Logistik dan Keuangan, Kelly Mariana, berharap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mendapat hukuman seberat-beratnya karena dinilai telah memalukan lembaga tinggi negara.

"Hukumlah seberat-beratnya karena memalukan lembaga tinggi negara," kata Kelly Mariana di Palembang, Kamis (3/10/2013), ketika diminta tanggapannya mengenai ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (2/10/2013).

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Akil sangat mengecewakan dan tidak ada ampun lagi. Ia mengaku masih terngiang di telinga apa yang dikatakan Akil saat sidang Senin (30/9/2013) lalu. Akil memarahi anggota KPU Sumatera Selatan.

"Masih teringat rasanya apa yang dikatakan Akil pada sidang kemarin, memarahi kami, KPU, Bawaslu, pengamat, dan semua warga Sumsel," paparnya.

Ia mengatakan bersyukur Akil ditangkap KPK. Menurutnya, Tuhan ingin menunjukkan kebenaran.

"Kami berharap para hakim konstitusi yang lain masih memiliki moral yang baik karena lembaga ini adalah landasan untuk memutuskan nasib orang banyak, berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, KPK pada pukul 22.00 WIB, Rabu malam (2/10/2013), menangkap tiga orang di Kompleks Widya Chandra, yaitu Ketua Mahkamah Konstitusi AM (Akil Mochtar), CHN yang diduga adalah Chairun Nisa, anggota Komisi II DPR RI dari Partai Golongan Karya yang juga berasal dari daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, serta satu orang pengusaha berinsial CN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari ini, KPK menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka dugaan penerima suap terkait dua kasus sengketa pilkada, yaitu Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak, Banten.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.