Ketua MK Ditangkap, Penggugat Pilkada Riau Merasa Terpengaruh

Kompas.com - 03/10/2013, 15:38 WIB
Wartawan memotret pintu masuk ke dalam ruangan Ketua Mahkamah Konstitusi dengan inisial AM yang telah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung MK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). AM ditangkap penyidik KPK bersama 5 orang lainnya karena diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAWartawan memotret pintu masuk ke dalam ruangan Ketua Mahkamah Konstitusi dengan inisial AM yang telah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung MK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). AM ditangkap penyidik KPK bersama 5 orang lainnya karena diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah.
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com
 — Sejumlah penggugat, yang kini berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Gubernur Riau, mengaku cukup terpengaruh dengan penangkapan Akil Mochtar (AM) selaku ketua lembaga tinggi negara itu terkait kasus suap yang ditangani oleh KPK.

"Jelas ada pengaruhnya untuk kami, terutama faktor psikologis karena yang tertangkap ini Ketua MK," kata Ketua Divisi Advokasi Partai Demokrat Riau Rahmat Zaini, di Pekanbaru, Kamis (3/10/2013).

MK kini menangani dua perkara terkait Pilkada Gubernur Riau, salah satunya dari calon gubernur yang diusung oleh Partai Demokrat, yakni pasangan Achmad-Masrul Kasmy. Mereka menggugat hasil keputusan pemungutan suara Pilkada Gubernur Riau putaran pertama karena adanya indikasi kecurangan serius yang masif dan terstruktur.

Sementara satu perkara lainnya adalah dari calon independen Wan Abubakar-Isjoni yang menggugat putusan KPU Provinsi Riau yang mengeliminasi mereka dari proses pencalonan gubernur dari jalur nonpartai.

Menurut Rahmat Zaini, penangkapan AM tidak secara langsung memengaruhi jadwal sidang karena majelis hakim perkara Pilkada Riau diketuai oleh Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva. Sejauh ini, proses sidang panel di MK sudah menghadirkan 30 saksi dari pihak penggugat.

Ia menilai, tertangkapnya AM harus menjadi perhatian khusus dalam proses penetapan hakim MK selanjutnya. Sebab, AM belum lama dilantik sebagai hakim MK, tetapi ternyata malah tersandung kasus suap.

"Berarti ada yang salah dalam proses pemilihan hakim MK karena hasilnya sekarang malah mengecewakan. Saya yakin ada hakim yang benar-benar bersih tapi tidak terpilih karena tidak dekat dengan pemegang kekuasaan," ujarnya.

Juru bicara dari penggugat Achmad-Masrul Kasmy, Roni Riansyah, berharap delapan hakim MK yang memimpin sidang gugatan Pilkada Riau tetap bersikap profesional dan bersih dari korupsi. Dengan terungkapnya berbagai pelanggaran di pelaksanaan Pilkada Riau putaran pertama, seharusnya pemungutan suara diulang di beberapa kabupaten/kota.

"Mudah-mudahan delapan orang hakim yang tersisa benar-benar bersih dan kredibel," katanya.

Penggugat dari cagub Partai Demokrat itu mengungkapkan dalam persidangan bahwa terjadi pelanggaran berupa mobilisasi massa dari provinsi lain untuk menjadi pemilih pada Pilkada Riau, politik uang (money politics), dan pejabat daerah memengaruhi masyarakat untuk kepentingan cagub lain.

Harapan senada juga diungkapkan oleh Wan Abubakar, penggugat dari pasangan independen, bahwa tertangkapnya AM secara psikologis memengaruhinya dalam hasil sidang nantinya. Ia berharap hakim MK yang tersisa kini bisa memutuskan dengan adil mengenai perkara Pilkada Riau.

"Untuk perkara Pilkada Riau, saya harap hakim di MK ambil sikap seadil-adilnya, terutama untuk calon perseorangan yang digugurkan oleh KPU Riau dengan penuh rekayasa," ujar Wan Abubakar.

KPK dalam operasi tangkap tangan menangkap lima orang terkait dugaan suap pada Rabu malam (2/10/2013). Salah satunya adalah Akil Mochtar yang ditangkap di rumahnya di Widya Chandra, Jakarta.

KPK menyita uang sekitar Rp 3 miliar dalam bentuk dollar Singapura. Uang itu diduga untuk menyuap Akil Mochtar terkait sidang sengketa putusan Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X