Kompas.com - 02/10/2013, 21:43 WIB
Sosialisasi dan Publikasi programProgram Kewajiban Pelayanan Umum/Universal Service Obligation (KPU/USO) dari Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.(Dewan Pengawas BP3TI, Fatimah Dahlan-Kiri, Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes-Tengah dan Kepala Dinas Perhubungan KOmunikasi dan Informasi, Morison Kappa-Kanan) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereSosialisasi dan Publikasi programProgram Kewajiban Pelayanan Umum/Universal Service Obligation (KPU/USO) dari Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.(Dewan Pengawas BP3TI, Fatimah Dahlan-Kiri, Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes-Tengah dan Kepala Dinas Perhubungan KOmunikasi dan Informasi, Morison Kappa-Kanan)

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang bermukim di sepanjang perbatasan antara Indonesia-Timor Leste terus mengeluh lantaran pulsa telepon seluler mereka tersedot jaringan telepon seluler Timor Leste.

“Kami warga yang tinggal di perbatasan, hampir semuanya mengeluh karena pulsa yang ada di handphone selalu saja nol rupiah meskipun kita sudah berulang kali mengisi pulsa. Saya barusan isi Rp 100.000 tetapi belum sampai beberapa menit langsung kosong karena disedot oleh pemancar Timor Leste,” keluh Yosef Klau, Kepala Desa Banain A, Kecamatan Bikomi Utara, saat berdialog dengan Pengawas Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (2/10/2013).

Padahal menurut Yosef, base transceiver station (BTS) Telkomsel milik Indonesia yang dipasang di sejumlah Kecamatan di wilayah itu lebih banyak dari BTS milik Timor Leste. “Timor Leste hanya pasang satu pemancar (BTS, red) saja tetapi langsung menguasai semua jaringan handphone milik semua warga yang tinggal di perbatasan,”kata Yosef.

“Masa sih Timor Leste yang baru merdeka 13 tahun sudah lebih maju dari kita yang telah mendeka 68 tahun. Apalagi nanti kalau seandainya Timor Leste menyewa satelit Palapa kita bakal kita tak berkutik. Karena itu kami minta, khusus untuk daerah perbatasan lebih banyak dibangun pemancar-pemancar yang memiliki jaringan yang kuat,” pinta Yosef.

Terkait dengan keluhan itu Dewan Pengawas BP3TI, Fatimah Dahlan mengatakan akan berkoordinasikan dengan penyedia layanan telekomunikasi agar bisa dicarikan jalan keluarnya. “Kita setiap bulannya melakukan rapat dengan para penyedia layanan telekomunikasi sehingga kita minta keluhan itu disampaikan kepada Camat dan Bupati sehingga dibuatkan laporan langsung ke Kemenkoinfo,” jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X