Kompas.com - 02/10/2013, 18:43 WIB
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com - Acara deklarasi damai Pemilihan Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, diwarnai protes kelima pasangan calon bupati-wakil bupati, Rabu (2/10/2013). Mereka menilai menilai Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kolaka,  selaku penyelenggara tidak cermat dalam membuat naskah dan tata bahasa deklarasi tersebut.

Protes pertama disampaikan oleh pasangan nomor urut 1, Ahmad Safei dan Jayadin. Pasangan ini berpendapat, KPUD seharusnya menunjukkan naskah deklarasi kepada setiap pasangan calon sebelum menggelar acara deklarasi tersebut.

“Tolong draft ini ditinjau ulang. Dan, seharusnya, sebelum kegiatan ini berlangsung, draft ini diserahkan kepada pasangan calon untuk dicermati,” kata Ahmad Safei dengan nada tinggi sambil berdiri.

Sementara itu pasangan nomor 3, Farhat Abbas-Sabaruddin Labamba, mengatakan, naskah kesepakatan damai yang disusun KPUD Kolaka itu tidak tepat.

“Judulnya saja ini sudah tidak tepat. Deklarasi Kesepakatan Kampaye Damai. Kalau judulnya begitu, berarti kita hanya sepakat damai saat kampanye saja, di luar dari tahapan itu bisa dimaknai tidak damai. Seharusnya judulnya Deklarasi Damai Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka,” ujar Sabaruddin Lambamba.

Sabaruddin menambahkan ada potensi pelanggaran yang diprediksi bakal mewarnai  penyelenggaraan Pilkada Kolaka. “Jujur saja, bukan rahasia lagi, akhir-akhir ini banyak PNS dan kepala desa mulai digiring untuk mendukung salah satu pasangan calon. Karena itu, dalam poin kesepakatan ini harus dicantumkan mulai pihak penyelenggara, PNS, Kepala Desa dan perangkat tidak diperkenankan ikut dalam kampanye, mempengaruhi kepada pemilih dan memperlakukan pasangan calon secara adil dan setara,” tegasnya.

Bahkan protes keras juga datang dari pasangan nomor urut 4, Harun Rahim dan Rustam Petta Nyalla. Mereka kembali menyoal independensi pihak penyelenggara yang dinilai kurang responsif dalam menyikapi berbagai pelanggaran selama dalam proses tahapan Pilkada.

“Persoalannya, pasangan calon dituntut untuk melaksanakan kampanye damai, tapi ketika terjadi pelanggaran dan dilaporkan kepada pihak penyelenggara. Toh, juga tidak ada tindak lanjut. Hal seperti inilah yang memicu kerawanan,” tukas Harun Rahim.

Sementara pasangan nomor urut 2, Najamuddin Haruna dan Rusman lebih menginginkan narasi dari kontrak dam,ai itu lebih jelas peruntukannya. “Harus jelas dan tegas. Terutama keterlibatan atau menggunakan fasilitas Negara. Itu yang harus dipertegas dulu,” kata Rusman.

Para kandidat juga mempersoalkan masalah mutasi PNS dan pemecatan kepala desa. Pasalnya dari lima calon tersebut terdapat pelaksana tugas bupati Kolaka dan ketua DPRD non-aktif.

Acara itu semakin panas ketika perdebatan mengarah pada pasangan nomor 5, yakni Amir Sahaka, yang notabene merupakan Plt Bupati Kolaka dan pasangannya, Parmin Dasir, Ketua DPRD non aktif.

Amir Sahaka menanggapi dingin "serangan" rival-rivalnya itu. “Janganlah seolah-olah permasalahan itu ditujukan kepada nomor urut 5. Siapa yang jamin bila PNS dan kepala desa juga tak mendukung pasangan lainnya. Jadi, harus rasional juga kalau menyoroti,” tutur Amir Sahaka.

Pada akhirnya KPUD menerima kritikan para kandidat dan mengubah narasi dari deklarasi damai tersebut. Setelah disetujui oleh seluruh kandidat calon bupati dan wakil bupati Kolaka, KPUD menutup pertemuan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.