Tabrak Bocah hingga Tewas, Pelaku Kabur dari Tangkapan Polisi

Kompas.com - 02/10/2013, 14:57 WIB
|
EditorFarid Assifa
KOLAKA, KOMPAS.com — Adel Lutfi (4), bocah taman kanak-kanak (TK), warga Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, tewas setelah tertabrak sepeda motor DT 4989 DE yang dikendarai pria berinisial F, Senin (30/9/2013). Ironisnya, tersangka yang sempat diamankan di Satuan Lalu Lintas Polres Kolaka Utara itu melarikan diri.

Lolosnya penabrak dari kawalan aparat membuat pihak keluarga korban kecewa. Mereka mendatangi Polres Kolaka Utara guna meminta kejelasan terkait persoalan ini. Pihak keluarga Adel Lutfi menuding ada unsur kesengajaan aparat kepolisian sehingga pelaku bisa kabur dari kawalan polisi.

Kepala Polres Kolaka Utara AKBP Laode Muhammad Aries Elfatar yang turun lansung menemui keluarga korban mengakui ada kelalaian dari pihaknya dalam penanganan perkara ini. "Kami salah melakuan tindakan prosedural," akunya, Rabu (2/10/2013).

Meski demikian, Kapolres menyangkal pihaknya sengaja meloloskan pelaku. "Petugas yang berjaga saat itu sudah kami jadikan terperiksa, dan sampai saat ini belum ditemukan ada unsur kesengajaan atas lolosnya tersangka. Kami juga tidak akan melindungi anggota kami yang melakukan kesalahan," ucapnya.

Ayah Adel, Sudirman Baso (39), yang turut hadir menemui Kepala Polres Kolaka Utara menuturkan, kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa putra bungsunya ini terjadi pada Senin lalu, tidak jauh dari rumah kediamannya di Desa Pumbolo, Kecamatan Wawo, Kolaka Utara.

"Istri saya yang tahu persis kejadiannya karena dia yang melihat langsung. Tapi sekarang istri saya belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam kondisi shock berat, terlebih setelah mengetahui tersangkanya melarikan diri. Yang jelas kejadiannya itu sudah sore. Saat itu anak saya sedang bermain," katanya dengan sedih.

Akbar, yang juga masih keluarga dekat korban, menambahkan, setelah kecelakaan itu, pihak keluarga langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Namun karena kondisi yang sangat kritis, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Setelah dua hari dirawat, bocah ini akhirnya meninggal karena mengalami luka berat di kepala.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Regional
Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Regional
Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X