Kompas.com - 02/10/2013, 09:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MINAHASA UTARA, KOMPAS.com - Warga Desa Kahuku, Pulau Bangka, Minahasa Utara (Minut), saling mengintimidasi, karena berbeda pendapat soal eksplorasi tambang biji besi di daerah mereka. 

Beberapa siswa SMP Kahuku terpaksa tidak sekolah karena orangtuanya yang menolak kehadiran PT. Mikgro Metal Perdana (MMP) yang mendapat ijin usaha penambangan biji besi, diintimasi guru yang setuju dengan adanya tambang.

"Murid-murid itu tidak sekolah karena guru mereka mengintimidasi hanya karena orangtua murid-murid itu tidak setuju dengan kehadiran tambang," ujar Anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) Maria Taramen, Rabu (2/10/2013).

Menurut Maria, guru di Kelas 3 dan Kelas 2 SMP Kahuku mengintimidasi beberapa siswa antara lain, Eudoxia Mangolo, Ervina Kuda, Dorvita Piters, Cindy Lalolorang dan Cendana Pinamangung.

Kehadiran PT. MMP di Pulau Bangka yang hanya memiliki luas 4.700 hektar tersebut telah membuat suasana kehidupan sosial masyarakat terusik. Banyak keluarga yang bertengkar dengan sesama anggota keluarga hanya dikarenakan berbeda pendapat soal tambang.

"Ada orangtua yang bertengkar dengan anak, bahkan kakak adik nyaris berkelahi dengan senjata tajam. Padahal dulu tidak seperti ini, semuanya tenteram," kata Maria.

Intimidasi lainnya diterima oleh warga yang menolak tambang tadi malam. Warga yang pro tambang memukul warga yang menolak tambang. Beruntung warga tidak terpancing emosi dan berusaha menahan diri sehingga tidak terjadi bentrok seperti sehari sebelumnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, ratusan warga yang menolak tambang mencegat dan mengancam akan membakar alat bor tambang milik PT. MMP yang hendak diturunkan di dermaga Desa Kahuku.

Warga yang marah dengan kehadiran investor asal Cina itu bertahan selama dua hari dengan berbagai senjata tajam, kayu dan batu. Beberapa kali sempat terjadi bentrok dengan warga yang pro tambang.

Aparat kepolisian dari Polres Minut dan Brimob Polda Sulut berusaha melerai dan mencegah jatuhnya korban. Melihat situasi yang tidak kondusif, aparat lalu meminta PT. MMP untuk menarik peralatan mereka.

Selasa (1/10) sore kemarin, alat bor itupun ditarik kembali ke Desa Ehe. PT. MMP mendapat izin usaha penambangan biji besi dari Bupati Minahasa Utara, Sompie Singal. Sebagian besar warga Pulau Bangka menolak hal itu.

Jika eksplorasi dan eksploitasi tambang itu jalan, dua desa dari tiga desa di Pulau Bangka akan direlokasi ke daerah lain. Warga yang sudah mendiami tanah mereka sejak nenek moyangnya dulu, tidak sudi menerima hal itu.

Mereka khawatir, lokasi penambangan yang meliputi setengah dari pulau Bangka, akan membuat hancur lingkungan tatanan sosial di pulau yang juga menjadi destinasi wisata Sulut itu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.