Kompas.com - 01/10/2013, 16:49 WIB
Warga menolong para imigran gelap yang selamat ketika kapalnya tenggelam di perairan Cianjur, Sabtu (27/9/2013). Hingga Senin (30/9/2013), ditemukan 41 jenazah imigran gelap dalam tragedi itu. AFP PHOTO / STRWarga menolong para imigran gelap yang selamat ketika kapalnya tenggelam di perairan Cianjur, Sabtu (27/9/2013). Hingga Senin (30/9/2013), ditemukan 41 jenazah imigran gelap dalam tragedi itu.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI, bekerja sama dengan Dirjen Imigrasi, tengah melacak penampung dan penghubung para imigran gelap asal Irak dan Lebanon yang tenggelam di pesisir Pantai Cikole, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Jumat (28/9/2013) lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, hal utama yang dilakukan Polri adalah mencari para imigran yang tenggelam di laut.

"Kalau bicara oknum, tentunya keberadaan mereka (imigran) ada yang mengatur. Pihak ini yang sedang kita lakukan penelusuran penyidikan, dan menentukan pelanggaran yang mungkin dilakukan," kata Agus di markas besar Polri di Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Seperti diberitakan, polisi telah mengevakuasi 69 imigran gelap ketika kapal yang mereka akan membawa mereka ke Pulau Christmas, Australia, tenggelam di perairan Cianjur.

Dari jumlah tersebut, 41 orang diantaranya ditemukan tewas. Semua imigran tewas telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi. Sementara para imigran yang masih hidup, 24 orang diantaranya telah diserahkan kepada pihak Imigrasi Sukabumi, dan empat orang lainnya masih menjalani pemeriksaan di RSUD Cianjur.

"Setelah identifikasi post mortem dilakukan, baru pemeriksaan ante mortem, dengan mencocokkan data yang ada dari kedutaan besar masing-masing," katanya.

Agus menambahkan, pihaknya masih belum mengetahui berapa jumlah pasti imigran yang berada di dalam kapal saat kapal itu karam. Pasalnya tidak ada data manifes kapal yang ditemukan petugas saat melakukan pencarian korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.