Pembuktian Bisa Selamatkan Wilfrida

Kompas.com - 01/10/2013, 11:46 WIB
Wilfrida Soik Wilfrida Soik
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com
— Wilfrida Soik (22), tenaga kerja Indonesia asal Belu, Nusa Tenggara Timur, bisa lolos dari hukuman mati di Malaysia jika usianya terbukti di bawah 18 tahun saat terjadi peristiwa yang didakwakan. Pemeriksaan tulang dan uji psikologis harus segera dilakukan.

Aktivis tenaga kerja yang juga anggota Komisi X DPR asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, Senin (30/9/2013), mengatakan, pemerintah yang menunjuk pengacara Malaysia, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, jangan sampai melewatkan waktu yang ditetapkan Mahkamah Tinggi Kota Bahru, Kelantan, Malaysia.

Dalam sidang Senin siang, pengadilan ditunda hingga Minggu (17/11/2013) agar dilakukan lebih dulu pemeriksaan tulang tangan Wilfrida di rumah sakit Universitas Sains Malaysia dan uji psikologis oleh ahli yang disepakati bersama antara jaksa dan tim pembela Wilfrida. Sebelumnya, Wilfrifa didakwa membunuh orangtua majikannya, Yeap Seok Pen (60).

”Sambil menunggu sidang berikutnya, saya juga akan menggalang dukungan lewat DPR dan masyarakat,” kata Rieke.

Menurut dia, untuk membuktikan usia Wilfrida masih di bawah umur, keluarga sudah membawa saksi dari Komite Justice and Peace Keuskupan Atambua, Pastor Gregorius, yang membawa surat baptis dan catatan kelahiran Wilfrida. ”Namun, karena sidang ditunda, Pastor Gregorius tak jadi bersaksi,” ujarnya.

Sebelum sidang, lanjut Rieke, orangtua bisa menemui Wilfrida di penjara. ”Wilfrida menangis karena tak mengira dijenguk orangtuanya,” kata Rieke.

Tentang kronologi ke Malaysia, ujar Rieke, Wilfrida ditemui seorang calo TKI dan dirayu untuk bekerja ke Malaysia saat mencari batu di kampungnya.
1.000 lilin

Menyikapi persidangan, masyarakat NTT lewat gerakan 1.000 lilin mendoakan Wilfrida agar bebas dari hukuman mati. Dosen Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Urbanus Hurek, mengatakan, gerakan 1.000 lilin serentak di Kota Kupang dan Atambua yang melibatkan 5.000 warga.

Sementara itu, di Jakarta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menepis tudingan pemerintah tidak peduli kepada Wilfrida. ”Siapa bilang tidak peduli? Kedutaan RI sangat peduli meskipun ada batas-batasnya,” katanya.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia/Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Razak menambahkan, pemerintah mendatangkan saksi meringankan untuk Wilfrida. (KOR/WHY/LOK/ONG/HAR)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Bertambah 28, Total 2.822 Kasus Positif Covid-19 di Sulut

Regional
Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Regional
Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X