Bupati Kendal: Upah Naik, Buruh Harus Siap Di-PHK

Kompas.com - 30/09/2013, 16:01 WIB
Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti k9-11Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com - Dewan Buruh Kabupaten Kendal mendatangi kantor Bupati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti, Senin (30/9). Mereka meminta supaya upah minimum regional (UMR) Kendal, dinaikkan dari Rp 953.100 menjadi Rp 1.600 .000.

Menurut Ketua Dewan Buruh Kendal, Misbaun, pada tahun 2013 ini, UMR di Kabupaten Kendal sebesar Rp 953.100. Sementara kebutuhan hidup layak (KHL) di Kabupaten Kendal, Rp 981.900, sehingga banyak buruh yang jatuh miskin. Sebab antara penghasilan dan pengeluaran tidak imbang.

“Menurut survei, KHL di Kendal pada tahun 2014 nanti, sekitar Rp 1.206.000. Jadi minimal UMR Kendal sama dengan KHL. Dan tadi bupati Widya sudah menyepakati kalau UMR Kendal 2014 nanti sebesar Rp 1.206.000,” kata Misbahun seusai menemui Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti.

Sementara itu, Bupati Widya Kandi mengaku merasa keberatan dengan permintaan buruh. Pasalnya UMR Rp 1,6 juta terlalu tinggi dan sulit diterapkan di Kabupaten Kendal.

Widya menaikkan UMR sesuai dengan KHL di Kabupaten Kendal adalah jalan yang terbaik dan itu sudah maksimal. Itupun dengan catatan, para buruh mau tidak mau dan siap tidak siap harus bisa menerima konsekuensi kenaikan upah buruh tersebut, termasuk sanksi pemecatan dari perusahaan.

“Buruh harus siap di-PHK apabila ada perusahaan yang tidak kuat lagi membayar para buruh. Ini konsekuensinya,” tegas Widya didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kendal, Dewi Diniwati.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lambung Bocor, Kapal Muatan Pupuk Asal Semarang Karam di Sungai Musi

Lambung Bocor, Kapal Muatan Pupuk Asal Semarang Karam di Sungai Musi

Regional
Padang Panjang Baru Buka Sekolah Tatap Muka, 6 Guru Malah Positif Covid-19

Padang Panjang Baru Buka Sekolah Tatap Muka, 6 Guru Malah Positif Covid-19

Regional
Cerita Novi, Juara Kelas yang Tak Punya Gawai untuk Belajar Daring

Cerita Novi, Juara Kelas yang Tak Punya Gawai untuk Belajar Daring

Regional
38 Orang di DPRD Jabar Positif Covid-19, Termasuk Anggota Dewan dan PNS

38 Orang di DPRD Jabar Positif Covid-19, Termasuk Anggota Dewan dan PNS

Regional
Lagi, Bangkai Penyu Ditemukan di Perairan Cilacap

Lagi, Bangkai Penyu Ditemukan di Perairan Cilacap

Regional
Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Detik-detik Mantan Pacar Disekap Sepekan, Dijemput Usai Kerja, Korban Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Derita Mbah Khotimah, Uang Hasil Jualan Dibawa Kabur, Korban Diturunkan di Jalan

Regional
Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Baru 2 RS Rujukan Covid-19 di Maluku yang Terima Insentif Tenaga Medis

Regional
Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Klaster Sekolah Muncul di Rembang, Berawal dari Guru yang Jadi Petugas Pemilu

Regional
Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Regional
Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Regional
Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Regional
'Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan'

"Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X