Kenang Sinden Cilik, Surya Paloh Bikin Acara Wayang Kulit di Kediri

Kompas.com - 29/09/2013, 18:17 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan pembekalan bagi calon anggota legislatif se Provinsi Maluku di Gedung ISlamic Center Ambon, Senin (26/8/2013) petang. Kompas.com/ Rahman PattyKetua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan pembekalan bagi calon anggota legislatif se Provinsi Maluku di Gedung ISlamic Center Ambon, Senin (26/8/2013) petang.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Nasdem memberikan penghargaan kepada almarhum pesinden cilik asal Jember, Jawa Timur, Febriayani Mega Saputri (15), yang tewas dalam kecelakaan tunggal 23 Juni 2013 lalu.

Salah satu bentuk penghargaan tersebut dengan menggelar pentas seni wayang kulit di Lapangan Pamenagan, Kediri.

Saat ditemui sejumlah wartawan, Surya Paloh mengungkapkan apresiasinya yang tinggi terhadap pesinden itu. Menurut dia, di saat remaja seusianya terbius dengan budaya asing, seperti cheersleader, gangnam style, musik rap dan sebagainya, ia justru lebih memilih menjadi pesinden, yang merupakan kebudayaan asli Jawa.

"Nasdem sebagai partai politik ingin memperihatkan kepada bangsa kita bahwa posisi dan peran budayawan harus kita berikan tempat yang terhormat diantara berbagai profesi yang kita miliki dalam aktivitas kehidupan bermasyarakat," kata Surya Paloh, Minggu (29/9/2013).

Surya Paloh pun meminta agar semua partai politik peserta Pemilu 2014 dapat bekerjasama untuk melestarikan kebudayaan yang ada. Sehingga, krisis kebudayaan yang saat ini tengah terjadi di Indonesia tidak semakin parah.

Dia mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya. Ia pun memberikan contoh Jepang yang sangat menghargai sumo atau negara-negara Eropa yang menghargai teater.

Sementara di Indonesia, banyak memiliki kebudayaan yang saat ini mulai terlupakan. Dia menyebut tari poco-poco asal Papua, ludruk dan wayang orang asal Jawa Timur atau tari Seudati asal Aceh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harus kita akui. Positioning kehidupan, kemampuan melahirkan karya-karya besar semakin kering. Yang kedua, apresiasi masyarakat terhadap budayawan, bangsa ini bukan lagi bangsa yang menuju lebih hebat peradabannya karena para budayawan tidak bisa mengoptimalisasi posisi mereka sebagai kaum budayawan," katanya.

Selain menggelar pergelaran wayang kulit, sejumlah kegiatan juga akan digelar seperti tahlilan dan diskusi dengan budayawan dan seniman asal Jawa Timur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.