Kompas.com - 27/09/2013, 19:47 WIB
EditorKistyarini
CIANJUR, KOMPAS.com - Puluhan imigran gelap asal Timur Tengah dilaporkan tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Agrabinta, Cianjur selatan, Jumat (27/9/2013).

Informasi dihimpun, kapal itu membawa 80 orang imigran menuju ke Christmas Island. Namun kapal itu karam di tengah lautan. Dua puluh lima orang di antaranya selamat dan mereka kini ditampung di Kampung Cikole, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta.

Kasubag Humas Kecamatan Agrabinta, Haris Bahtiar, mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi mata, kapal tersebut karam akibat dihantam ombak besar.

"Imigran yang selamat berhasil menyelamatkan diri setelah berenang dari lokasi karamnya kapal yang diperkirakan berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai Agrabinta. Korban selamat membawa keluarganya yang tewas. Diperkirakan sisa imigran lainnya masih terombang-ambing di tengah laut," katanya.

Dia menjelaskan, dari imigran yang tewas ada empat anak kecil dan sisanya laki-laki dewasa. Sedangkan korban selamat terdiri dari dua anak kecil, dua perempuan dan sisanya laki-laki dewasa.

"Sedangkan dua anak laki-laki yang selamat saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif. Mereka yang selamat ditampung di madrasah sedangkan yang tewas dibawa ke Puskesmas Bojongterong," ucapnya.

Saat ini tambah dia, aparat setempat bersama warga terus melakukan pencarian guna mengevakuasi imigran yang terombang-ambing di tengah laut itu. Pihaknya belum bisa memperkirakan asal imigran gelap tersebut berangkat.  

Semnetara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Cianjur Asep Suhara, mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan 12 orang anggotanya yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu proses evakuasi.

"Informasi yang kami dapat jumlah korban mencapai 80 orang. Tim kami masih melakukan pendataan berapa jumlah mereka seluruhnya," katanya.

Sedangkan Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, mengatakan, imigran yang terdampar pantai Agrabinta merupakan korban kapal tenggelam yang diduga berangkat dari arah barat.

"Agrabinta tidak memiliki pelabuhan sehingga tidak memungkinkan untuk memberangkatkan imigran. Lokasi karamnya kapal tersebut ada di perbatasan Agrabinta dengan Tegalbuled, sehingga mereka terdampar di wilayah hukum Cianjur," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.