Kompas.com - 27/09/2013, 17:33 WIB
Untuk pertama kalinya Yani Mulyani (33) melihat putra ketiganya, Ginan Septian Nugraha pasca operasi pemisahan antara tubuh sehat dengan bayi parasit (tumor teratoma epignathus), Kamis (26/9/2013) KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAUntuk pertama kalinya Yani Mulyani (33) melihat putra ketiganya, Ginan Septian Nugraha pasca operasi pemisahan antara tubuh sehat dengan bayi parasit (tumor teratoma epignathus), Kamis (26/9/2013)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG,KOMPAS.com - Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin dr Bayu Wahyudi mengatakan, pasca-operasi pemisahan bayi kembar parasit (tumor epignathus teratoma), bayi Ginan Septian Nugraha harus sering minum air susu ibu (ASI) setiap hari.

Menurut Bayu, air susu ibu lebih baik dari susu formula yang saat ini masih diberikan oleh pihak RSHS. Selain itu, pemberian ASI dapat mempercepat pemulihan kondisi Ginan yang saat ini masih mendapat perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSHS Bandung.

"Kalau ASI itu susu alami, meningkatkan daya tahan tubuh dan mudah diserap tubuh dan gizinya juga cukup sehingga penyembuhan bisa lebih cepat karena mengandung banyak antibodi," tutur Bayu saat ditemui di ruangannya, Jumat (27/9/2013).

Kendati demikian, ASI masih tetap akan diberikan kepada Ginan melalui selang sonde. Pasalnya, Ginan belum memiliki kemampuan untuk menelan dan mengisap ASI secara langsung karena rahang bawah Ginan tidak bisa menutup setelah bayi parasit dilepaskan dari dalam mulutnya.

"Boleh langsung, asal sudah berfungsi refleks menelan dan mengisapnya. Kita akan coba lakukan tes layak atau tidaknya agar bisa tumbuh berkembang selayaknya anak bayi," terangnya.

Sementara itu, ayah dari bayi kembar parasit, Aep Supriatna, mengatakan, istrinya, Yani Mulyani diminta oleh dokter untuk memberikan ASI kepada Ginan setiap hari. Namun, dokter meminta Yani memasukan ASI ke dalam botol agar mudah diberikan melalui selang.

"Dokter meminta ASI, nanti dimasukin botol dan dibawa kesini (RSHS). Mungkin nanti sore akan diantar," ujar Aep.

---

Informasi penyaluran bantuan untuk Keluarga Ginan Septian Nugraha dapat menghubungi e-mail: redaksikcm@kompas.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X