Kompas.com - 26/09/2013, 16:22 WIB
Beberapa barang bukti berupa sepeda motor dan para pelaku yang diamankan jajaran Polres Magelang, Senin (16/9/2013). KOMPAS.com/Ika FitrianaBeberapa barang bukti berupa sepeda motor dan para pelaku yang diamankan jajaran Polres Magelang, Senin (16/9/2013).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Hanya butuh 1 sampai 3 menit bagi Priyono alias Kemuk (33) untuk mencuri sepeda motor, yang sudah melakukannya sebanyak 29 kali. Warga Dusun Sindon, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, ini pun mengaku hanya bermodalkan kunci T saat menggasak sepeda motor berbagai merek di berbagai tempat.

Priyono tidak sendiri. Ia mengaku melakukan aksi pencurian bersama rekannya, Andri (30), warga Dusun Jati, Desa Tonoboyo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Andri sendiri masih dalam pengejaran jajaran Satreskrim Polres Magelang.

"Biasanya bisa ambil (curi) motor dalam waktu 1 sampai 3 menit. Sudah ambil 29 kali," aku Priyono dalam gelar kasus pencurian kendaraan bermotor di Mapolres Magelang, Kamis (26/9/2013).

Dari keterangan polisi, Priyono diketahui merupakan pelaku utama yang berperan sebagai pemetik sepeda motor. Selain mengamankan Priyono, polisi juga meringkus tiga penadah, yaitu Fahrur (27), warga Dusun Cepogo, Girimulyo Windusari; Sururi (45), warga Dusun Tepus, Wonoroto, Windusari; dan Saiful (30), warga Dusun Sudimoro, Tanjungsari, Windusari.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan 23 sepeda motor berbagai merek dan jenis. "Dari keterangan para tersangka, mereka telah melakukan pencurian di 26 tempat di Kabupaten Magelang, 1 tempat di Kabupaten Temanggung, dan 2 tempat di Kota Magelang," terang Kepala Satreskrim Polres Magelang AKP Saprodin.

Saprodin menambahkan, sepeda motor hasil curian tersebut kemudian dijual utuh oleh para tersangka di wilayah yang jauh dari jangkauan polisi. Harga jual yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga sekitar Rp 2 juta.

"Biasanya mereka jual di desa-desa pertanian, yang warganya menggunakan sarana sepeda motor untuk mengangkut hasil tani atau rumput," imbuh Saprodin.

Aksi kelompok curanmor ini, lanjut Saprodin, biasanya dilakukan di tempat parkir pertokoan, game online, dan jalan.

"Jadi, di mana ada kesempatan, mereka langsung beraksi. Masyarakat perlu waspada, dan perlu mengunci ganda kendaraan agar lebih aman," ujar Saprodin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.