33 Calon Jemaah Haji Madura Kedapatan Bawa Ribuan Obat Kuat

Kompas.com - 26/09/2013, 14:42 WIB
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com — Petugas jemaah haji embarkasi Surabaya menemukan ribuan obat kuat yang dibawa 33 orang calon jemaah haji (CJH) asal Madura.

Ribuan obat kuat dalam bentuk kapsul dan serbuk tersebut ditemukan ketika petugas memeriksa barang bawaan di koper yang dibawa masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, Surabaya, dengan sinar-X.

Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Fatchul Arief mengatakan, 33 orang CJH yang membawa ribuan obat kuat tersebut berasal dari tiga kloter dari Madura, yakni kloter 32 dari Sumenep yang masuk AHES, Rabu (25/9/2013) pukul 16.00, lalu kloter 33 dari Sumenep dan Sampang yang masuk satu jam kemudian, serta kloter 34 dari Sampang yang masuk AHES pukul 18.00.

“Obat kuat yang dibawa jemaah dan dimasukkan dalam koper tersebut terdiri dari beberapa jenis,” ujar Fatchul, Kamis (26/9/2013), dengan menyebut beberapa merek obat yang beredar di pasaran.

Selain ribuan obat kuat, petugas juga menemukan ribuan jamu Rumput Fatimah dalam bentuk serbuk yang dimasukkan dalam kapsul.

Rumput Fatimah merupakan salah satu jenis oleh-oleh yang biasanya "wajib" dibawa jemaah dari beribadah haji ketika kembali ke Tanah Air karena khasiatnya konon manjur sebagai obat sakit kepala, gigi, serta untuk mempercepat proses melahirkan.

Khusus Rumput Fatimah diduga sebelumnya dibawa jemaah dari Arab untuk diolah di Indonesia. Setelah diolah lalu dimasukkan dalam kapsul dan dibawa lagi ke Tanah Suci untuk dijual kepada jemaah haji.

“Itu dilakukan, karena di sana (Arab Saudi) Rumput Fatimah laku keras dan banyak dicari sebagai oleh-oleh jemaah haji," tegas Fatchul.

Menurut Fatchul, ribuan obat kuat dan jamu Rumput Fatimah yang dibawa CJH asal Madura tersebut dapat masuk kategori penyelundupan. Bahkan kalau merugikan negara dapat dikenakan tindak pidana karena melanggar UU Perdagangan.

Namun, karena barang bawaan jemaah dinilai unsur pidananya tidak begitu kuat, maka petugas hanya menyitanya saja. “Setelah kita data, barang-barang tersebut kita kembalikan ke daerah asal calon jemaah haji. Setelah pulang ke Tanah Air, mereka dapat mengambil barang-barang itu lagi,” imbuhnya.



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Regional
Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X