Timses Damai: Video Kecurangan Pilkada di Youtube Rekayasa

Kompas.com - 24/09/2013, 21:17 WIB
Ilustrasi: Suasana sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di ibukota Provinsi Maluku, Ambon, pada pemilihan gubernur, Selasa (11/6/2013). KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYIlustrasi: Suasana sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di ibukota Provinsi Maluku, Ambon, pada pemilihan gubernur, Selasa (11/6/2013).
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com — Kubu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Maluku, Abdullah Vanath-Martin Jonas Maspaitela (Damai), membantah adanya praktik kecurangan yang sengaja dilakukan petugas TPS untuk memenangkan pasangan "Damai" pada pemungutan suara ulang Pilkada Maluku di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), beberapa waktu lalu.

Bantahan ini disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Damai Maikel Palijama melalui telepon seluler kepada Kompas.com, Selasa malam. Pernyataan Maikel menyusul beredarnya video dugaan kecurangan pilkada ulang di Kabupaten SBT yang diunggah seseorang dengan identitas "Serba Serbi" di Youtube, Senin (23/9/2013) kemarin.

"Tidak benar video itu. Itu hanya rekayasa lawan politik untuk menjatuhkan citra pasangan 'Damai' di mata masyarakat. Saya juga baru diberi tahu soal adanya video tersebut," tekan Maikel.

Menurut Maikel, pemungutan suara ulang di SBT beberapa waktu lalu sangat ketat. Hampir semua TPS dipantau dan dikawal langsung oleh tim sukses setiap pasangan calon dan anggota kepolisian. Jadi, kata Maikel, tidak mungkin terjadi kecurangan seperti yang beredar di Youtube tersebut.

"Sangat mustahil kalau itu dilakukan. Semua tim sukses ada di semua TPS, ada polisi, ada panwas kecamatan, jadi bagaimana mungkin itu dilakukan?" ungkap Maikel.

Dia menuding, video yang sengaja disebarkan di Youtube tersebut hanyalah upaya pembunuhan karakter terhadap pasangan "Damai". Dia pun meminta masyarakat Maluku untuk tidak memercayai video tersebut karena cara itu hanyalah intrik politik yang sengaja dilakukan untuk membentuk opini kalau pilkada ulang di SBT sarat kecurangan.

"Analisis kami, ini sengaja dilakukan pihak-pihak tertentu untuk membentuk opini di masyarakat kalau pilkada ulang di SBT itu sarat kecurangan, padahal video itu hanya rekayasa," cetusnya.

Menurut Maikel, pihaknya akan mengambil langkah hukum bagi pelaku yang telah menyebarkan fitnah melalui Youtube tersebut. "Kita akan tindak lanjuti masalah ini dan kita akan tempuh jalur hukum karena kami menilai ini adalah fitnah politik yang tak berdasar," tekannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, video dugaan kecurangan pilkada tersebut beredar di Youtube dan saat ini ramai diperbincangkan masyarakat. Ketua Panwaslu SBT Saleh Tianotak mengaku kaget dengan beredarnya video tersebut.

"Saya baru dengar ada video tersebut, dan saya baru mau melihatnya. Ini masih dugaan, bisa benar, bisa juga tidak. Yang pasti, kita akan pelajari dulu. Kalau benar, akan ditindaklanjuti," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.