Kompas.com - 24/09/2013, 17:12 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com – Kalimantan Timur (Kaltim) akan segera memiliki Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus wanita dan anak-anak. Selain itu, napi di Kaltim juga akan mendapatkan pendidikan yang layak.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Harian Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Bambang Krisbanu, saat berkunjung ke Samarinda, Selasa (24/9/2013). Bambang mengatakan, ada wacana dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk merealisasika lapas wanita dan anak-anak, termasuk memberikan bantuan dana untuk pembangunannya.

“Di Kaltim harus meiliki Lapas khusus wanita dan anak-anak. Dukungan pembangunan lapas khusus ini juga diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim. Dukungan tersebut langsung disampaikan oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak,” terangnya.

Diketahui selama ini, fasilitas di Dirjen Pemasyarakatan ini masih terbatas. Sebagai Gubernur Kaltim terpilih, Awang Faroek Ishak mendukung pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk program-program. Bambang mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah di Kaltim sangat membantu terlaksananya kerja Dirjen Pemasyarakatan.

Tidak hanya Lapas saja, para penghuninya pun akan mendapat fasilitas pendidikan. Para narapidana (napi) nantinya bakal bisa melanjutkan kuliah dengan mudah. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kementerian Hukum dan HAM, Universitas Widyagama dan Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman soal kelanjutan pendidikan untuk napi.

Kepala BNN Provinsi Kaltim Agus Gatot Purwanto menjelaskan, kerjasama ini untuk mempermudah para napi melanjutkan pendidikannya, terutama ke perguruan tinggi. Jika ada napi yang memiliki potensi untuk kuliah, akan difasilitasi. Sedangkan untuk para tahanan narkoba, sebelum dilepas akan dilakukan rehabilitasi terlebih dahulu. Proses rehabilitasi ini akan ditangani langsung oleh BNN.

“Mereka bisa memilih jurusan mana saja di Universitas Widyagama. Untuk tahanan Narkoba, enam bulan sebelum masa tahanan habis mereka akan direhabiltasi. Namun sebulan sebelumnya, akan dilakukan detoksifikasi bagi napi kasus narkoba,” kata Agus, seusai penandatangan MoU, Senin (24/9/2013).

Dengan demikian, tambahnya, ketika nantinya kembali berbaur ke masyarakat, para napi narkoba ini bisa bersosialisasi dengan baik dan terbebas dari ketergantungan narkoba. “Apalagi ditambah dengan kemudahan untuk masuk kuliah, napi akan lebih mudah melanjutkan hidupnya dan menggapai masa depan,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X