Kakek Genit Gauli Gadis Tetangga hingga Hamil

Kompas.com - 23/09/2013, 23:08 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
|
EditorFarid Assifa

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Orang mengatakan tetangga adalah saudara paling dekat. Namun, WL (60) tidak menunjukkan persaudaraan itu kepada Tn (17), gadis yang tinggal di seberang rumah WL sendiri, di Gunung Guntur, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pria setengah baya ini tega menggauli anak gadis yang tinggal di depan rumahnya beberapa kali hingga sang gadis hamil empat bulan.

"Saya lakukan di rumah dia. Waktu rumahnya sepi," kata WL. Pria dengan satu cucu ini mengaku memiliki kedekatan dengan Tn lantaran kerap menasihati Tn tentang pergaulannya yang terkesan bebas, termasuk sering menceramahi Tn terkait kedekatannya pada beberapa pria yang mungkin bisa berakibat buruk bagi masa depannya.

Karena kedekatan itu, aku WL, Tn tidak segan meminta uang dalam jumlah yang terbilang besar kepada pria yang sehari-hari menjadi juru tagih televisi berbayar ini. Maret 2013, Tn mengirim pesan meminta Rp 500.000 tanpa memerinci keperluannya. "Bukan saya yang menawarkan uang. Dia yang meminta kepada saya," kata WL.

Permintaan ini dilayangkan via SMS. WL menyetujui untuk memberi uang kepada Tn. Niatnya ditulis dalam SMS balasan untuk Tn. "Main saja ke rumahku, nanti saya kasih uangnya. Uang kan bisa dicari," demikian isi SMS balasan WL.

Tak disangka, WL meminta imbalan tubuh Tn sendiri sebelum memberi uang. Permintaan uang berlanjut. Tn kembali mengirim SMS, meminta uang pada Juni 2013 sebesar Rp 300.000. Sebelum uang diberi, WL kembali menodai Tn. Begitu pula di permintaan berikutnya pada Juli 2013 sebesar Rp. 250.000 dan Rp 150.000 pada September 2013.

"Hingga akhirnya, orangtua Tn mendapati anaknya tengah hamil empat bulan. Tidak terima, melapor kemari, dan tersangka pun kami tangkap," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Balikpapan Iptu Munjiani.

Petualangan WL pun segera berakhir setelah polisi menangkapnya di rumahnya di sekitar Pasar Gunung Guntur. Polisi menyiapkan jerat UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak, Pasal 81 dan 82. "Dengan ancaman sedikitnya kurungan 3 tahun dan paling lama 15 tahun," kata Munjiani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Regional
Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X