Kompas.com - 23/09/2013, 17:29 WIB
|
EditorFarid Assifa
KENDARI, KOMPAS.com - Anggota DPRD Konawe Utara dari Partai Demokrat, Abdurrahman Pagala (32) menjadi buronan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, setelah diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana salah satu perusahaan tambang sebesar Rp 800 juta. Polisi menetapkan anggota dewan tersebut sebagai buronan sejak bulan lalu.

Kasubdit PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menyatakan, pihaknya menerima laporan dugaan penggelapan dari perusahaan tambang PT Binanga Marta Mayasa, pada 4 September 2013.

“Jadi modusnya, tersangka berjanji akan mengurus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tambang itu dan dia (Rahman, red), meminta dana pengurusan IUP sebesar Rp 800 juta kepada Direktur Utama PT Binanga Marta Mayasa, H Lukman Har,” terang Dolfi, Senin (23/9/2013).

Namun hingga awal September, kata Dolfi, perusahaan tambang tersebut belum juga mengantongi IUP, sementara dana untuk mencari lahan dan modal membayar lahan masyarakat sudah diserahkan kepada anggota DPRD Konawe. Merasa dirugikan akhirnya, Manajemen PT Binanga Marta Mayasa melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Kami sudah tiga kali melakukan pemanggilan kepada tersangka, namun tidak pernah hadir. Awalnya, Abdurrahman Pagala ini sebagai tahanan luar, dan wajib lapor dua kali seminggu, tapi tiba-tiba hilang hingga sekarang,” jelasnya.

Kasus ini, lanjut Dolfi, telah ditangani penyidik Direktorat Reserse Tindak Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sultra. Pihaknya juga telah menyebarkan foto tersangka ke seluruh Polres dan Polsek se-Sultra.

"Belum lagi ditahan, tersangka langsung melarikan diri. Makanya kepolisian memasukkannya dalam DPO," ungkap Kompol Dolfi Kumaseh.

Polisi akan menjerat Abdurrahman Pagala dengan pasal 378 jo pasal 372 KUHP dan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu, pimpinan daerah Partai Demokrat Konawe Utara geram dengan perbuatan anggotanya itu. Sekretaris DPD Partai Demokrat Konawe Utara, Mandala Bakti menyatakan, Abdurrahman Pagala telah melanggar Pakta Integritas dan lalai menjalankan tugas.

“Kami telah merumuskan surat permohonan PAW, lalu akan diajukan kepada Badan Kehormatan PD di Jakarta. Dia (Abdurrahman, red) melanggar Pakta Integritas, AD, ART dan Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat. Rahman (Abdurrahman) Pagala gagal menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai anggota DPRD Konut," terang Mandala.

Meski yang bersangkutan belum mengajukan pengunduran diri, namun proses PAW harus tetap berjalan karena perbuatannya telah melanggar Pakta Integritas. Diakui Mandala Bakti, belum ada konfirmasi yang bersangkutan kepada internal partai sejak enam bulan lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.