Kompas.com - 23/09/2013, 10:42 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Pamekasan, Jawa Timur, menahan empat pemilik tambang batu bata yang menyebabkan tanah di Dusun Pancor, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, ambles dan satu rumah rusak berat.

Empat orang itu masih dirahasiakan namanya. Merea berinisial masing-masing JF (45), SR (46), MR (60) dan AM (35). Penahanan itu menurut Kepala Polres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman, setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada enam saksi dan dua pemilik rumah yang ambles akibat penambangan, serta olah tempat kejadian penambangan yang dilakukan keempat orang tersebut.

Dari rangkaian penyelidikan itu, Polres Pamekasan melakukan gelar perkara dengan menghadirkan saksi ahli pidana dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan. "Penyidik menyimpulkan perbuatan pelaku sudah memenuhi unsur pidana. Para tersangka itu adalah juragan penambang," kata Nanang, Senin (23/9/2013).

Keempat tersangka, terbukti melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara (Minerba) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Penambangan yang dilakukan keempat tersangka tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat. Selain itu, penambangan yang dilakukan oleh mereka, sudah menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Setelah berkasnya selesai, akan segera kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan agar segera diajukan jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Pamekasan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pada 21 Juni 2013 lalu tanah warga yang terletak di atas bekas tambang batu bata di Dusun Pancor, Desa Grujugan, Kecamatan Larangan retak. Tanah yang retak lebih dari lima hektar.

Selain tanah yang retak dan ambles, enam rumah milik warga retak-retak dan satu rumah ambles sampai satu meter. Kejadian ambles dan retaknya tanah itu merupakan kejadian yang ketiga kalinya, dimana pada tahun 1978 dan 1930 juga pernah terjadi.

Warga yang tinggal di atas bekas tambang batu bata itu kemudian mengungsi. Sampai saat ini, enam rumah milik warga yang retak dan ambles sudah tidak bisa ditempati lagi. Mereka sementara waktu mengungsi ke rumah saudaranya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.