Kompas.com - 20/09/2013, 10:34 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAMUJU UTARA, KOMPAS.com — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Petunggu di Dusun Saluraya, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, sudah meninggalkan rumah mereka sejak pagi sekali.

Minimnya sarana dan fasilitas pendidikan di dusun tersebut memaksa para siswa dari suku Bunggu yang tersebar di sejumlah dusun terpencil itu berangkat saat sinar matahari belum memancar penuh. Tak lain ialah agar mereka yang harus berjalan kaki enam kilometer bisa sampai ke sekolah tepat waktu.

Setiba di sekolah, jangan pernah bayangkan ada bangunan sekolah permanen untuk tempat mereka belajar. Sebab, puluhan bocah ini harus menimba ilmu di kolong-kolong rumah warga secara berpindah-pindah, termasuk memanfaatkan balai pertemuan suku Bunggu yang sudah hampir ambruk. Bangunan itu lebih pantas disebut gubuk reot karena tiang-tiang penyangga, dinding, maupun atapnya sudah tak beraturan lagi.

Para siswa ini duduk di bawah, tanpa meja dan kursi. Dinding dan atap yang bocor tentu mengganggu, apalagi saat musim hujan tiba. Kondisi itu tentu menimbulkan keluhan.

Para pelajar tentu memimpikan suasana belajar yang lebih layak. Salah seorang siswi, Once misalnya. Ia mengeluh karena sudah lebih dari tiga tahun dia tak bisa berkonsentrasi saat belajar.

Duduk di bawah pun menyebabkan punggungnya sakit. Belum lagi kaki yang kesemutan karena terlalu lama "melantai". "Bangunannya tua dan hampir roboh. Kalau hujan sering, pelajaran dihentikan karena kehujanan. Juga tak ada dinding pembatas sama sekali," tutur Once.

Minimnya perhatian pemerintah membuat pendidikan anak-anak terasing dari suku Bunggu kian terbelakang. Dua guru perempuan yang setia mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan di wilayah ini berharap pemerintah serius.

Mereka meminta pemerintah membenahi infrastruktur pendidikan di tengah komunitas suku Bunggu yang masih memprihatinkan. "Warga sudah lama mengeluhkan fasilitas dan sarana sekolah, tapi belum ada tanggapan pemerintah. Siswa pun terpaksa belajar dalam kondisi darurat seperti ini," ujar Nurlina, salah satu guru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.