Kompas.com - 19/09/2013, 21:26 WIB
SINGKAWANG, KOMPAS.com - Perlakuan kasar yang kerap kali dilakukan calo angkutan umum sering dikeluhkan oleh para penumpang yang merasa dirugikan. Calo tersebut bahkan terkadang tak segan merampas uang calon penumpang saat akan membayar tarif angkutan. Tapi masih jarang ada warga yang berani mengadukan kejadian tersebut kepada penegak hukum.

Perlakuan tersebut baru saja dialami seorang warga bernama Afung, yang tinggal di Jalan Alianyang Gang Nyiur 3, Singkawang, Kalimanan Barat. Afung mengeluhkan ulah seorang calo yang langsung merampas begitu saja uang miliknya, saat dirinya hendak membayar tarif angkutan dari Pontianak dengan tujuan Singkawang.

Peristiwa tersebut terjadi di terminal angkutan penumpang Batu Layang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (18/9/2013). Afung menuturkan, aksi perampasan oleh calo sangat merugikan dirinya yang memiliki penghasilan pas-pasan

“Setahu saya ongkos hanya sekitar Rp 30.000 sampai 35.000 saja. Waktu saya keluarkan uang mau bayar, eh, langsung dirampas samua sama calo. Uang saya ada Rp 65.000 yang dirampasnya,” papar Afung, Kamis (19/9/2013).

Afung menceritakan, dia berangkat ke Pontianak hari Selasa (17/9/2013) untuk menjenguk saudaranya yang sakit. Keesokan harinya, Rabu (18/9/2013) sekitar pukul 15.00 dia pulang dari rumah saudaranya tersebut, menuju terminal Batu Layang menumpang oplet.

“Waktu saya sampai terminal, ada calo yang tangannya bertato, terus nyuruh saya naik ke bus jurusan Pontianak-Singkawang. Saya masih ingat nomor pelatnya, KB 7574, tapi saya lupa ujungnya,” jelas Afung.   

Di dalam bus tersebut, sudah ada empat penumpang lainnya. Dia lantas duduk dan kemudian diminta ongkos oleh calo tersebut. “Calo itu tidak bilang berapa ongkosnya. Saya kemudian keluarkan uang untuk bayar, tetapi langsung dirampas semua. Uang saya ada Rp 90.000, tapi yang dikembalikan hanya Rp 25.000 saja,” kata pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ternyata hal tersebut tidak hanya dialami Afung. Penumpang lain yang sudah lebih dulu berada dalam bus juga mengalami nasih serupa.

“Orang yang duduk di belakang saya rupanya juga kena. Malahan dia lebih mahal, sampai Rp 70.000, tapi dia tidak mempermasalahkannya. Justru saya yang merasa keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau seperti ini terus, bisa berlarut-larut,” kata Afung dengan nada kesal.

Saat tiba di Singkawang pada sore harinya, Afung segera bergegas ke rumah kakaknya, dan menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut. “Ternyata teman-teman kakak saya juga pernah kena 'hantam' calo, malahan mereka lebih parah, sampai bayar Rp 150- 200 ribu. Ini sudah keterlaluan,” ujar dia.  

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.