Kompas.com - 19/09/2013, 19:19 WIB
Minibus berusaha keluar dari material longsor yang menutupi akses jalan poros Kabupaten Sinjai - Kabupaten Gowa, setelah dibantu oleh sejumlah warga setempat. Kamis, (19/09/2013). KOMPAS.com / ABDUL HAQMinibus berusaha keluar dari material longsor yang menutupi akses jalan poros Kabupaten Sinjai - Kabupaten Gowa, setelah dibantu oleh sejumlah warga setempat. Kamis, (19/09/2013).
|
EditorFarid Assifa

SINJAI, KOMPAS.com - Bencana tanah kongsor yang melanda Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengakibatkan akses jalan poros Sinjai - Kabupaten Gowa terputus. Sejumlah kendaraan juga terjebak di tengah longsoran, Kamis, (19/09/2013). Pemerintah setempat kini masih berupaya membersihkan material longsoran.

Longsor terjadi di akses jalan poros Sinjai - Gowa titik Dusun Karumpa, Desa Bontosalama, Kecamatan Sinjai Barat. Bencana ini menyebabkan 4 truk pengangkut batu bata dan satu minibus terjebak di tengah material longsoran. Empat truk asal Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa ini sedianya hendak ke Kabuten Sinjai terjebak di lokasi longsor sejak Rabu sore (18/9/2013) hingga hari ini.

"Saya bermalam di sini dan belum tidur karena batu sama tanah masih terus jatuh dari atas gunung," keluh Daeng Jarre, salah seorang sopir.

Sementara pihak pemerintah yang dikonfirmasi terkait longsor ini mengaku masih terus berupaya membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan. "Sementara ini kami datangkan 4 alat berat (eskavator) dari Palopo untuk membersihkan longsor. Tapi kalau jalan yang terputus itu butuh anggaran yang besar," ujar Kordinator Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Binamarga Sulawesi Selatan untuk Kabupaten Sinjai, Yunus Rangking.

Bencana tanah longsor di kawasan ini bukanlah kali ini saja terjadi. Bahkan, hampir setiap tahun, daerah itu kerap tertimpa longsor. Namun hingga kini, pemerintah belum membuat solusi untuk mengantisipasi bencana ini. Warga setempat hanya bisa berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar bencana longsor tidak terjadi lagi.

"Sudah lama kami di sini menderita. Kami datangi Bupati Sinjai, katanya kawasan kami adalah wewenang pemerintah provinsi, jadi kami harus mengadu kemana?" tanya Fadil, salah seorang warga setempat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.