Jemaah Calon Haji Hanya Boleh Bawa 20 Bungkus Rokok

Kompas.com - 18/09/2013, 18:25 WIB
Jemaah haji Pamekasan saat acara pelepasan oleh Bupati Pamekasan, Rabu (18/9/2013). Jemaah haji Pamekasan hanya boleh membawa 20 bungkus rokok, selain bekal lainnya. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANJemaah haji Pamekasan saat acara pelepasan oleh Bupati Pamekasan, Rabu (18/9/2013). Jemaah haji Pamekasan hanya boleh membawa 20 bungkus rokok, selain bekal lainnya.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Jemaah calon haji asal Pamekasan, Jawa Timur, memiliki kebiasaan membawa bekal ke Mekkah dan Madinah melebihi dari ketentuan yang sudah diatur pemerintah. Bahkan di antara mereka ada yang nekat membawa makanan seperti beras jagung, petis, dan ikan kering, serta obat-obatan, jamu, dan rokok.

Namun, sekarang mereka gigit jari. Pasalnya, bawaan seperti itu akan dibuang jika dipaksakan dibawa dan melebihi ketentuan.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan menyampaikan kepada para jemaah yang dilepas Rabu (18/9/2013) siang agar tidak membawa bekal berlebihan. Sebelum diangkut ke Mekkah, seleksi akan dilakukan di Pamekasan sendiri.

"Kalau di Pamekasan sudah ada barang bawaan lebih dari 32 kilo, maka akan dikembalikan kepada pemiliknya. Kalau barang itu sudah sampai di asrama haji Surabaya, itu akan dibuang sia-sia," kata Abdul Wafi, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan.

Wafi menjelaskan, karena jemaah Pamekasan kerap membawa rokok, Kemenag hanya membatasi sampai 20 bungkus. Lebih dari itu, Kemenag Pamekasan akan mengembalikannya.

Kebiasaan membawa rokok lebih terkadang pesanan dari anggota keluarga yang sudah menjadi penduduk tetap di Mekkah dan ada pula yang mau dijual. "Kalau obat-obatan, jemaah tidak boleh membawa sendiri. Petugas medis masing-masing kloter sudah menyiapkan," imbuh Wafi.

Jemaah haji asal Pamekasan yang akan diberangkatkan pada Kamis dan Jumat mendatang sebanyak tiga kloter, masing-masing kloter 36, kloter 37, dan kloter 38. Sementara kloter terakhir untuk Kabupaten Pamekasan, yakni kloter 63, akan diberangkatkan tanggal 7 Oktober mendatang.

Tahun 2012 lalu, dua jemaah asal Pamekasan kedapatan membawa ratusan buku nikah palsu di saharahnya. Keduanya sempat mengalami kesulitan untuk berangkat ke Mekkah karena harus berurusan dengan polisi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X