Kompas.com - 18/09/2013, 14:08 WIB
SHUTTERSTOCK
|
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com - Dua korban tewas dalam kasus dukun penggandaan uang akhirnya dikuburkan meski belum diketahui identitasnya. Dua mayat itu sebelumnya ditemukan dikubur di Lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kedua jenazah dimakamkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Tengah di tempat pemakaman umum Kedungmundu, Semarang, Rabu (18/9/2013).

Pemakaman dilakukan pada dua liang lahat yang berbeda. Jenazah dikuburkan dengan dibungkus kain kafan dan sebelumnya disolatkan serta didoakan.

Pemakaman dilakukan karena jenazah tersebut sudah tersimpan lama di RS Bhayangkara Semarang. Selain itu juga, tidak diketahui keberadaan keluarganya meski sudah diumumkan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah Kombes Musyafak mengatakan pemakaman ditandai dengan nama Mr X1 dan Mr X2. Pemakaman ungkapnya dilakukan berdasarkan keputusan pimpinan Polda dan penyidik.

"Meski sudah dimakamkan, kepolisian tetap membuka pengaduan jika ada yang kehilangan anggota keluarganya dan diduga terkait kasus ini. Data kedua korban masih disimpan sehingga bisa dicocokkan jika memang ada laporan," ujar Musyafak.

Musyafak mengatakan, jika nantinya ada pihak keluarga, makam korban bisa digali untuk dimakamkan kembali oleh keluarga. "Tapi kalau tetap dimakamkan di sini ya tidak apa-apa," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Musyafak, berdasarkan sejumlah laporan yang masuk, belum ada identitas yang cocok. Sehingga, kedua korban belum bisa diungkap identitasnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengungkap identitas korban, namun tidak memberikan hasil. Sehingga kedua korban kemudian dimakamkan.

Seperti diberitakan, kedua korban ditemukan dikubur di ladang milik tersangka, di lereng Gunung Sumbing, Dusun Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Tersangka, Muhyaro (41), pun sudah tewas karena nekat terjun ke jurang di dekat rumahnya bersama Komisaris Polisi Anumerta Yahya R Lihu.

Perwira polisi itu ikut masuk jurang dan akhirnya meninggal dunia. Selain kedua korban, pihak kepolisian juga menemukan korban lain yakni Yulanda Rifan putra Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Barda Nawawi Arief yang sebelumnya dilaporkan menghilang.

Mayat dari korban Yulanda sudah diambil keluarga karena saat ditemukan masih utuh. Sedang dua korban lainnya sudah dalam proses pembusukan. Kasus itu juga menyeret satu tersangka lain yakni Pono alias Yanto (32) warga Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.