Kompas.com - 18/09/2013, 10:39 WIB
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Siti Noor Laila (kanan) menerima Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda, Jeffry M Pondaag (kedua kanan), didampingi Komisioner Komnas HAM, Hafid Abbas (tengah), dan Anshori Sinungan di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Yayasan KUKB menuntut penyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu yang dilakukan Raymond Pierre Paul Westerling kepada masyarakat di Sulawesi Selatan Sulawesi Barat dan Sumatera Barat melalui Pemerintah Belanda.
KOMPAS/LUCKY PRANSISKAKetua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Siti Noor Laila (kanan) menerima Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda, Jeffry M Pondaag (kedua kanan), didampingi Komisioner Komnas HAM, Hafid Abbas (tengah), dan Anshori Sinungan di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Yayasan KUKB menuntut penyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu yang dilakukan Raymond Pierre Paul Westerling kepada masyarakat di Sulawesi Selatan Sulawesi Barat dan Sumatera Barat melalui Pemerintah Belanda.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PINRANG, KOMPAS.com — Mengorbankan nyawa demi bangsa yang dilakukan oleh para pahlawan seakan terlupakan jika melihat ke Taman Makam Pahlawan, Desa Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Di dalam kompleks makam itu terkubur ratusan korban kekejaman Westerling pada tahun 1974 silam. Sayang, kondisi makam itu sangat memprihatinkan.

"Selama ini, belum pernah ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pinrang walau hanya sekadar anggaran cat untuk pagar makam," kata Letnan Muhammad Akil, putra salah satu korban kekejaman Westerling Ambo Siraja, Komandan Batalion II, tahun 1947, Selasa (18/9/2013) kemarin.

Bayangkan, pagar kompleks makam itu sudah 9 tahun tidak dicat. Sementara, sejumlah tembok pembatas makam pun rusak. Belum lagi besi pembatas antara 208 makam yang dikubur secara massal tersebut pun hilang dicuri orang.

Demi sekadar membersihkan area sekitar makam pun, Akil, yang juga Ketua LVRI Kabupaten Pinrang, ini mengaku harus mengumpulkan uang dari sejumlah anak korban Westerling lainnya.

"Saya anggap pemerintahan bupati sekarang tidak menghargai jasa pahlawan, yang berjuang mengorbankan nyawanya untuk bangsa ini," cetus Akil.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.