Kompas.com - 17/09/2013, 17:04 WIB
Warga adat Noaulu yang merupakan suku asli di Pulau Seram, Maluku tampak mengenakan ikat kepala merah. Kompas.com/ Rahman PattyWarga adat Noaulu yang merupakan suku asli di Pulau Seram, Maluku tampak mengenakan ikat kepala merah.
|
EditorFarid Assifa

MASOHI, KOMPAS.com — Komunitas adat Noaulu yang selama ini mendiami wilayah hutan di Kabupaten Maluku Tengah menyambut positif rencana pemindahan ibu kota Provinsi Maluku dari Ambon, ke Makariki di kabupaten tersebut. Namun, suku asli Pulau Seram ini merasa keberatan jika tanah mereka harus dihibahkan untuk area pembangunan ibu kota.

Keberatan ini disampaikan tokoh masyarakat adat Noaulu, Tuale Matoke, menyusul adanya pernyataan Raja (kepala desa) Sepa, Abdullah Rauf Amahoru, saat pencanangan ibu kota Provinsi Maluku ke Makariki, 14 September lalu. Saat itu, Rauf menyatakan Desa Sepa dan petuanannya telah bersepakat untuk menyerahkan sebagian tanah adatnya untuk area pembangunan ibu kota seluas 110 hektar. Total luas lahan yang rencananya dijadikan sebagai lokasi ibu kota Maluku ke depan tersebut adalah 307 hektar.

“Penyerahan tanah itu seharusnya dilakukan bersama perwakilan masyarakat adat Noaulu, karena secara adat Raja Sepa mengakui tanah itu sebagai tanah petuanan, berarti dengan sendirinya ia mengakui itu milik orang Noaulu. Secara pemerintahan kita memang di bawah Sepa, tetapi secara adat itu milik Noaulu,” tegas Tuale kepada wartawan di Masohi, Selasa (17/9/2013).

Menurutnya, secara administratif, sebagian perkampungan Noaulu berada di bawah pemerintahan Negeri (Desa) Sepa, tetapi secara adat tidak, termasuk wilayah adat suku Noaulu. Oleh karena itu, penyerahan tanah untuk ibu kota Provinsi Maluku tanpa melibatkan perwakilan masyarakat adat Noaulu, sama dengan tidak mengakui sejarah dan entitas suku Noaulu sebagai komunitas adat yang telah ada sejak lama di Pulau Seram.

Lanjut Tuale, sebelum pencanangan dilakukan, telah ada beberapa pertemuan dalam rangka membahas lokasi ibu kota Provinsi Maluku ke depan. Namun, dalam proses itu, perwakilan masyarakat adat Noaulu sama sekali tidak pernah dilibatkan, misalnya saat pertemuan di kantor Bupati Maluku Tengah pada 31 Agustus 2013 dengan Sekda Maluku.

“Prinsipnya kami mendukung rencana pemindahan ibu kota Provinsi Maluku ke tanah Seram. Hanya saja proses yang terjadi selama ini, kami merasa dikesampingkan sehingga kami merasa perlu mengingatkan soal sejarah dan meminta adanya pengakuan kepada kami selaku komunitas masyarakat adat, termasuk pengakuan atas tanah leluhur kami," tegasnya.

Populasi orang Noaulu saat ini mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah lokasi di selatan hingga wilayah tengah Pulau Seram, yakni di Nua Nea, Bonara, Latane (Kampung Lama), Hahuwalan, Simalouw, Rohua, Rohua Warmanesi, Hatuhenu (Nusatauwe), dan Tawane-Waene. Dari perkampungan adat Noaulu tersebut, baru Nua Nea yang telah dimekarkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, menjadi negeri definitif pada 18 Februari 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.