Abu Vulkanik Picu Asma dan Kanker Kulit

Kompas.com - 16/09/2013, 22:44 WIB
Warga melintasi jalan yang tertutup abu vulkanik letusan Gunung Sinabungdi Karo, Sumut, 15 September 2013.  Letusan gunung yang terjadi Minggu pukul 02.51, mengakibatkan ribuan orang dari belasan desa di kaki gunung terpaksa diungsikan. AP PHOTO / BINSAR BAKKARAWarga melintasi jalan yang tertutup abu vulkanik letusan Gunung Sinabungdi Karo, Sumut, 15 September 2013. Letusan gunung yang terjadi Minggu pukul 02.51, mengakibatkan ribuan orang dari belasan desa di kaki gunung terpaksa diungsikan.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Abu vulkanik yang dimuntahkan gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dan terbawa angin hingga menebar kemana-mana, ternyata membahayakan bagi tubuh manusia. Spesialis penyakit tropik dan infeksi DR Dr Umar Zein DTMH&H SpPd KPTI menyatakan, debu tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernafasan, kulit dan mata.

“Selain menyebabkan polusi udara, debu vulkanik baik yang halus dan kasar dapat menyebabkan iritasi mata, infeksi saluran pernapasan dan sangat berbahaya bagi penderita asma. Bahkan, bisa memicu datangnya asma dan kanker kulit,” katanya via telepon seluler, Senin (16/9/2013) malam.

Menurut Umar Zein, abu vulkanik atau pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik berupa bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi erupsi, sangat bervariatif.

"Ada yang mengandung batu-batuan serta pasir halus dan kasar. Semuanya sangat berbahaya bagi kesehatan,” katanya lagi.

Secara umum, lanjutnya, efek abu vulkanik pada paru akan menyebabkan iritasi karena bersifat asam. Iritasi yang terjadi dari saluran pernapasan atas hingga bawah, seperti batuk-batuk atau bersin. Jika di biarkan lebih lama tanpa antisipasi akan menimbulkan penyakit paru-paru dan dapat mengakibatkan kanker kulit, khususnya bagi anak-anak yang lebih sensitif.

“Pada anak-anak akan lebih parah dampaknya, karena daya tahan tubuhnya lebih rendah dibandingkan orang dewasa,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan masker dan kacamata, seperti kacamata renang yang bisa menutupi seluruh mata. "Sebaiknya juga menggunakan baju yang menutupi seluruh tubuh,” imbaunya.

Dia juga mengimbau agar pemerintah membantu mengontrol makanan para pengungsi. “Biasanya di lokasi pengungsian, kehigienisan makanan tidak terpantau sehingga perlu peran pemerintah. Penyakit yang paling sering timbul dalam keadaan seperti ini adalah diare,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X