Kompas.com - 16/09/2013, 18:44 WIB
Beberapa barang bukti berupa sepeda motor dan para pelaku yang diamankan jajaran Polres Magelang, Senin (16/9/2013). KOMPAS.com/Ika FitrianaBeberapa barang bukti berupa sepeda motor dan para pelaku yang diamankan jajaran Polres Magelang, Senin (16/9/2013).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Dua sindikat pencurian sepeda motor lintas Provinsi Jawa Tengah dan DIY dibekuk jajaran Satuan Reskrim Polres Magelang. Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pritono menerangkan, sindikat pertama yang ditangkap berjumlah dua orang pelaku. Masing-masing bernama Defri Nugroho (28) dan Agung Nugroho (26). Mereka warga Dusun Gedongan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

"Kedua pelaku ini adalah buron lama dalam kasus yang sama. Keduanya telah melakukan pencurian sepeda motor di 34 tempat kejadian di wilayah Magelang dan Yogyakarta. Kebanyakan sepeda motor yang ada di tempat parkir," jelas Murbani, Senin (16/9/2013).

Dalam melancarkan aksinya, sebut Murbani, para pelaku menggunakan pistol mainan dan alat setrum kejut untuk mengancam dan melumpuhkan korban. Saat ditangkap belum lama ini, kata Murbandi, salah satu pelaku terpaksa ditembak petugas karena berusaha melarikan diri.

Sementara untuk sindikat lainnya, polisi meringkus tujuh orang pelaku. Murbani menyebutkan, ketujuh pelaku tersebut merupakan warga Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.

"Para pelaku dari sindikat kedua ini telah melakukan tindak kejahatan di 10 tempat kejadian di Kabupaten Magelang. Tiga pelaku sebagai eksekutor, sedangkan empat pelaku lainnya sebagai penadah," urai Murbani.

Dari tangan kedua sindikat ini, polisi mengamankan 24 sepeda motor berbagai jenis dan merek. Polisi juga mengamankan satu pucuk pistol mainan, satu alat setrum kejut, satu kunci ring yang dibalut stiker hitam putih, tiga buah knalpot sepeda motor, dan dua buah tutup roler sepeda motor.

“Kami juga mengamankan KTP dan SIM C atas nama Budi Lestari, STNK, dan empat pelat nomor. Pistol dan alat kejut tersebut diduga digunakan saat beraksi dengan sistem pemaksaan dengan cara menakut-nakuti korban,” terang Murbani.

Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Hingga kini petugas masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus curanmor karena diduga masih ada pelaku lain yang terlibat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X