Kompas.com - 16/09/2013, 17:21 WIB
Ilustrasi korupsi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi korupsi
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com — Polda Bengkulu membentuk tim untuk penyelidikan dugaan korupsi dana perjalanan dinas anggota DPRD Provinsi Bengkulu sebesar Rp 24 miliar dari APBD 2012. Pembentukan tim tersebut termuat dalam surat perintah tugas nomor SP.Lidik/23.8/III/2013 Ditreskrimsus.

Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Mahendra Jaya menjelaskan, pembentukan tim tersebut atas dasar adanya indikasi penyimpangan dalam perjalanan dinas tersebut. Pihaknya telah melibatkan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dana perjalanan dinas tersebut.

"Memang kita melihat adanya indikasi penyimpangan dalam perjalanan dinas tersebut, tetapi saya belum bisa menyebutkan dalam bentuk apa penyimpangan tersebut mengingat saat ini kita bekerja sama dengan BPKP untuk mengaudit, semua masih dalam penyelidikan dan sudah ada beberapa data yang telah kita kumpulkan," kata Mahendra Jaya.

Sementara itu, Kabag Humas DPRD Provinsi Bengkulu Bachrin ketika dikonfirmasi mengakui telah ada beberapa orang staf di DPRD yang dipanggil oleh penyidik Polda Bengkulu untuk dimintai keterangan.

"Staf yang dipanggil yakni notulen Komisi I, II, III, dan IV, hingga kini belum ada kejelasan," kata Bachrin.

Ia menjelaskan, dana perjalanan dinas selama ini menggunakan sistem pinjam pakai. Artinya, jika ada anggota DPRD yang mendapatkan tugas dinas luar kota, maka diharapkan menggunakan uang pribadi dahulu. Setelah itu, semua bukti perjalanan seperti tiket dan hotel dapat dilampirkan untuk mengurus pengembalian uang yang berasal dari APBD.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Syafrianto Daud menjelaskan, penyelidikan tersebut adalah kewenangan dari polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu adalah hak dari kepolisian jika mereka menemukan penyimpangan dalam perjalanan dinas tersebut. Kita selaku DPRD harus dapat mempertanggungjawabkannya. Kita ikut aturan hukum saja. Selama ini justru negara yang berutang kepada kita karena jatah perjalanan tersebut hanya tiga hari, terkadang kita tugas luar kota bisa lebih alias pakai dana pribadi," tegas Syafrianto Daud.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.