Kompas.com - 16/09/2013, 16:23 WIB
Ilustrasi: aparat Kepolisian Resor Donggala berjaga-jaga dan berpatroli di perbatasan Desa Pesaku Kecamatan Dolo Barat dan Desa Sidondo Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (20/5/2013). Patroli dan penjagaan dilakukan menyusul bentrok antar warga yang berujung pembakaran 24 rumah dan tiga unit sepeda motor. Kini ratusan warga mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal dan khawatir bentrok susulan
KOMPAS/RENY SRI AYUIlustrasi: aparat Kepolisian Resor Donggala berjaga-jaga dan berpatroli di perbatasan Desa Pesaku Kecamatan Dolo Barat dan Desa Sidondo Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (20/5/2013). Patroli dan penjagaan dilakukan menyusul bentrok antar warga yang berujung pembakaran 24 rumah dan tiga unit sepeda motor. Kini ratusan warga mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal dan khawatir bentrok susulan
|
EditorFarid Assifa

SIGI, KOMPAS.com- Bentrok antarwarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali terjadi di dua wilayah, yakni Desa Tulo dan Desa Kotarindu. Warga kedua desa bertetangga ini saling serang menggunakan batu, panah dan senjata tajam. Peristiwa ini terjadi pada Senin (16/9/2013) dini hari.

Bentrok antarkampung ini bisa diredam oleh aparat Kepolisian Resor Sigi. Namun bentrok kembali pecah sekitar pukul 07.00 Wita.

Warga Kotarindu yang jumlahnya lebih dari 50 orang itu menyerang Desa Tulo dengan menggunakan panah dan senjata tajam lainnya.

Kepala Bagian Operasional Polres Donggala, Komisaris Polisi Anom Subawono mengatakan saat ini situasi mulai kondusif. "Aparat masih disiagakan di lokasi bentrok untuk mangantisipasi bentrok susulan antarwarga ini kembali terjadi," kata Anom.

Saat ini, menurutnya, jumlah personel polisi dibantu TNI yang disiagakan di lokasi bentrok berjumlah kurang lebih 150 orang.

Sementara itu,Bupati Sigi, Aswadin Randalemba menyesalkan bentrok antarwarga di wilayahnya selalu berulang. Berbagai upaya dilakukan agar bentrok tak terjadi lagi, namun selalui menemui jalan buntu. Bentrok yang melibatkan para pemuda ini lagi-lagi berulang.

Menurut Aswadin, bentrokan terjadi lantaran masyarakat mudah sekali terpancing. Berbagai upaya sudah sering didilakukan untuk penanganan konflik di wilayah ini. Misalnya, dengan mempertemukan antarwaga yang bertikai dan sejumlah tokoh masyarakat. Namun bentrok tetap terjadi. "Masyarakat kita mudah terpancing," kata Bupati Sigi.

Sementara untuk menangkap provokator, Bupati Sigi mengakuinya sangat sulit. Karena tidak ada bukti kuat yang mengarah ke situ untuk bisa menangkap sang provokator.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.