Kompas.com - 16/09/2013, 11:26 WIB
Sebanyak 52 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti pelatihan keterampilan dan wirausaha gelombang kedua di Banyuwangi, Kamis (29/8/2013). KOMPAS.com/ IRA RACHMAWATISebanyak 52 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti pelatihan keterampilan dan wirausaha gelombang kedua di Banyuwangi, Kamis (29/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Pascapelatihan keterampilan dan wirausaha untuk mantan pekerja seks komersial (PSK), beberapa lokalisasi di wilayah Banyuwangi terlihat sepi. Pelatihan diikuti 251 mantan PSK yang berasal dari 11 lokalisasi yang tersebar di wilayah Banyuwangi.

Menurut Sumarlan, pengurus lokalisasi Wonosobo, Senin (16/9/2013), dari 51 mantan PSK yang mengikuti pelatihan, yang masih tinggal di lokalisasi hanya tiga orang. "Yang tinggal tiga orang. Semuanya pulang ke rumahnya. Jadi sepi di sini," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andre, pengurus lokalisasi di Gempol Porong. Ia mengungkapkan, selepas mengikuti pelatihan kewirausahaan, lokalisasi yang memiliki 33 rumah tersebut terlihat lebih sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Semuanya pada balik ke kampungnya masing-masing, katanya mau usaha. Kosongnya juga memengaruhi tamu yang datang. Saya juga dapat kabar dari teman-teman pengurus lokalisasi lain. Keadaannya di tempat mereka sama seperti di sini," tuturnya.

Sementara itu, Tunggul Harwanto, Manager Program Lembaga Kesejahteraan Sosial Kelompok Kerja Bina Sehat, selaku pelaksana teknis pelatihan kewirausahaan berharap semua mantan PSK tersebut dapat menjadi perempuan yang mandiri.

"Target 20 persen bisa lepas dari lokalisasi itu sudah luar biasa. Walaupun kami berharap lebih. Tapi yang terpenting adalah bagaimana memberikan pemahaman perubahan nilai, sikap, dan perilaku kepada mereka sehingga bisa berwirausaha dan tidak tergantung lagi secara perekonomian kepada lokalisasi," kata dia.

Tunggul juga menjelaskan, pascapelatihan, koordinasi dengan pihak pemerintah daerah akan terus dilakukan. "Ini penting. Terutama adanya pengawasan lokalisasi dari pihak kecamatan dan juga pendampingan dari Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan bagi mantan PSK yang telah membuka usaha," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 251 mantan PSK mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif sebesar Rp 5 juta per orang. Selain itu, juga diberikan bantuan jaminan hidup Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan dari Kementerian Sosial.

"Mereka berasal dari lokalisasi Gempol Porong, Bomo Waluyo, Turian, Sumber Kembang, Ringin Telu, Padang Pasir, Klopoan, dan Pakem," ungkapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.