Kompas.com - 15/09/2013, 21:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Terbenturnya kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tampaknya tidak hanya dirasakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Rekan separtainya di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun mengalami masalah yang sama.

Ditemui dalam acara 100 hari wafatnya Taufiq Kiemas di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Selatan, Minggu (15/9/2013) malam, Ganjar mengungkapkan, kebijakan yang terbentur dengan pusat adalah soal swasembada komoditas pertanian.

"Contohnya politik dagang kedelai. Kita kan selama ini impor kedelai. Justru itu yang bikin perajin kedelai kita memble. Bagaimana kita mau swasembada jika impor terus," ujar Ganjar.

Meski demikian, Ganjar mengaku tetap optimistis mewujudkan swasembada komoditas kedelai di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, Ganjar akan mengumpulkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Jateng dan para perajin kedelai untuk menggenjot produksi dan meningkatkan kualitas.

Setelah melaksanakan rapat koordinasi dengan jajaran SKPD dan perajin, lanjut Ganjar, dia akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM untuk mengatasi masalah tersebut.

"Paling tidak menciptakan aturan baru yang bisa mengakomodir para perajin kedelai," ujar Ganjar.

Jika peraturan yang menaungi aktivitas para perajin kedelai dilaksanakan segera, Ganjar yakin Jawa Tengah dapat menciptakan swasemba kedelai dalam waktu dekat, bahkan menjadi salah satu tonggak ekonomi bagi rakyat Indonesia.

"Sebenarnya Jakarta lebih enak dari Jawa Tengah karena lokasinya dekat, membuat sinkronisasi dengan pusat lebih leluasa. Kalau kami harus melewati rembuk banyak," lanjutnya.

Seperti diberitakan, terbenturnya kebijakan pusat dengan kebijakan daerah dirasakan Joko Widodo di Jakarta. Salah satunya adalah pemberlakuan PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang insentif pajak barang mewah (PPnBM) bagi produksi mobil ramah lingkungan.

Di satu sisi, Jokowi ingin mengurangi kemacetan dengan meminimalisasi keberadaan kendaraan pribadi dan menggantinya dengan angkutan kota. Di sisi lain, peraturan itu dianggap merangsang konsumsi kendaraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.