Kompas.com - 15/09/2013, 10:08 WIB
Sejumlah perajin sedang mengukir perisai dalam kegiatan bimbingan diversivikasi produk kerajinan yang diselenggarakan di Parauman Dayak Salako, Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat (14/9/2013) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSejumlah perajin sedang mengukir perisai dalam kegiatan bimbingan diversivikasi produk kerajinan yang diselenggarakan di Parauman Dayak Salako, Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat (14/9/2013)

SINGKAWANG, KOMPAS.com — Tingginya permintaan produk kerajinan ukiran kayu membuat para perajin ukiran perisai khas suku Dayak di Singkawang harus berani mengikuti perkembangan teknologi. Pasalnya, produk kerajinan yang selama ini dihasilkan oleh perajin masih mengikuti pola lama yang berorientasi pada desain motif yang sudah ada atau mengunduh dari internet.

Kondisi tersebut berawal dari pengalaman para perajin ini saat membawa produk ukiran perisai yang mereka hasilkan ke pagelaran Inacraft tahun 2012 yang lalu. Perisai merupakan salah satu alat pertahanan tradisional Dayak yang zaman dulu digunakan sebagai tameng dalam menghadapi musuh. Saat ini perisai lebih difungsikan sebagai pernak-penik hiasan dengan corak khas motif Dayak yang tergambar dalam perisai.

Beragam ukuran perisai yang dijadikan hiasan, mulai dari yang kecil berukuran setengah meter, hingga yang besar berukuran satu setengah meter. Sejak Jumat pagi kemarin, para perajin ukiran perisai yang jumlahnya 20 orang ini mengikuti kegiatan bimbingan teknis diversifikasi produk kerajinan ukiran perisai, yang dimediasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat.

Bimbingan teknis ini mendatangkan instruktur khusus dari Bandung, yaitu Andry Masri, seorang dosen desain produk yang mengajar di Itenas Bandung. Kegiatan bimbingan yang difokuskan pada desain produk ini, salah satunya adalah pelatihan penggunaan aplikasi komputer, yaitu belajar menggambar menggunakan aplikasi Corel Draw. Kegiatan ini diselenggarakan di Parauaman Dayak Salako, sebuah rumah yang menjadi tempat berkumpulnya warga Dayak Salako yang bermukim di Kelurahan Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat.

Ketua Kelompok Perajin Ukir Kayu, Andreas Aan, menjelaskan bawa kegiatan ini merupakan sebauh langkah awal dalam mengembangkan produk ukiran yang pernah mereka buat. Dalam kegiatan bimbingan tersebut, peserta diajarkan cara memadukan teknologi modern menggunakan aplikasi komputer yang diterapkan dengan cara tradisional dalam menghasilkan produk ukiran.

“Selama ini kita selalu menggunakan desain motif yang sudah ada atau mengunduh dari internet. Nah, melalui bimbingan ini, kita coba belajar menggunakan aplikasi Corel Draw, belajar membuat gambar kreasi sendiri, jadi mereka bisa mengembangkan motif kreasi yang mereka ciptakan”, kata Aan, Sabtu (14/9/2013).

Permintaan tinggi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Aan, kegiatan ini diselenggarakan karena kebutuhan pasar akan perisai, yang berdasarkan pameran Inacraf tahun 2012 di Jakarta lalu, permintaan kerajinan perisai motif Dayak sangat tinggi.

“Awalnya, kelompok perajin ini membawa Tangkin, salah satu senjata tradisional Dayak, tapi peminatnya kurang, sedangkan perisai yang kami bawa dalam Inacraf kemarin habis terjual, bahkan kami sempat dapat orderan, tapi karena barang belum mencukupi, sampai sekarang orderan tersebut belum bisa kami penuhi," kata Aan.

Koordinator kegiatan, Yohanes Rudi, yang juga merupakan Kepala Seksi Sarana Industri di Disperindag Propinsi Kalimantan Barat menjelaskan, dengan terselenggaranya kegiatan bimbingan ini, diharapkan ada perubahan pola pikir perajin ukiran kayu yang selama ini masih berfokus pada motif yang ada.

“Selama ini mereka hanya bikin motif yang itu-itu saja, kita coba ubah pola pikirnya. Mereka rata-rata bisa menggambar sendiri motif kreasi. Nah, dari situ mereka diajarkan gambar dengan aplikasi Corel Draw yang diajarkan oleh instruktur," papar Rudi.

Para peserta awalnya sempat bingung dengan penerapan teknologi tersebut. Agustinus, salah satu peserta mengaku perlu penyesuaian dengan ilmu baru yang mereka dapatkan tersebut.

“Ini masih penyesuaian, karena belum terbiasa, kami biasanya hanya pakai pisau cutter atau pakai atat penoreh getah. Sekarang diajarkan pakai alat-alat pahat, jadi harus penyesuaian dulu, sambil belajar gambar pakai komputer," kata Agustinus.

Agustinus dan peserta lainnya mengaku senang dengan adanya kegiatan bimbingan tersebut, selain mereka mendapatkan ilmu baru dalam menggunakan alat ukir, mereka juga semangat bisa membuat motif sendiri dari aplikasi Corel Draw yang diajarkan instruktur, serta bisa melestarikan motif khas Suku Dayak dengan tidak meninggalkan ciri khas ornamen motifnya.

Kegiatan bimbingan ini rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari, yang dimulai dari tanggal 13 hingga tanggal 17 September 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.