Kompas.com - 12/09/2013, 23:02 WIB
Ilustrasi: Petugas Kementerian Kehutanan memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 320 kilometer dari Singapura, 20 Juni 2013. Kebakaran hutan ini mengakibatkan kabut asap menyelimuti negara tetangga. AFP PHOTO / HAFIZ ALFARISSIIlustrasi: Petugas Kementerian Kehutanan memadamkan kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 320 kilometer dari Singapura, 20 Juni 2013. Kebakaran hutan ini mengakibatkan kabut asap menyelimuti negara tetangga.
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Hutan jati yang terletak di petak 72 Rayon Pemangku Hutan (RPH) Kaliabu, Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Caruban, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun ludes terbakar, Kamis (12/9/2013).

Diduga, kebakaran itu disengaja oleh tiga orang calon pencuri kayu untuk mengalihkan perhatian petugas Perhutani yang sedang melaksanakan patroli keliling hutan siang itu.

Namun, api yang terbakar di 3 titik lokasi itu langsung merembet dan membesar hingga membakar lebih dari 1 hektar kawasan hutan itu. Beruntung sekitar 5 orang pemadam kebakaran (Damkar) KPH Madiun berada di lokasi untuk memadamkan api.

Namun sayangnya, pemadaman api yang terus menjalar itu, hanya menggunakan peralatan seadanya yakni menggunakan ranting pohon basah yang dipukul-pukulkan ke titik api. Selain itu, para petugas damkar itu langsung membuat ilaran (batas api) agar tidak terus merembet ke lokasi lainnya.

Salah seorang warga Dusun Keben, Desa Bancong, Kecamatan wonoasri, Kabupaten Madiun, Suparlan (53) mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi di RPH Kaliabu sudah sering terjadi sejak sepekan terakhir. Jika kondisi itu dibiarkan, bakal bisa merembet ke area persawahan penduduk layaknya seperti yang terjadi 3 tahun lalu hingga membakar pipa dan selang pompa air sawahnya.

"Kalau yang siang ini, memang langsung membesar sejak sekitar pukul 10.30 WIB tadi. Ada sebanyak 3 titik api ditambah 1 titik api di lokasi yang lebih jauh," terangnya kepada Surya, Kamis (12/9).

Sedangkan salah seorang petugas pemadam kebakaran, Kokoh yang tampak sibuk dengan muka kecut menjelaskan, jika yang memadamkan api kebakaran di RPH Kaliabu bukan hanya dirinya dan seorang rekannya.

Akan tetapi, ada sebanyak 5 orang dengan sistem dibagi menjadi 2 yakni 2 orang di lokasi kebakaran di bawah dan pinggiran dan 3 orang lainnya memadamkan api yang di atas atau mendekati pos pantau kayu.

"Kami memang petugasnya sedikit, tetapi kami berusaha maksimal. Apalagi, peralatan pemadakam kami hanya bambu dan ranting pohon basah. Sedangkan angin kencang dan kondisi dedauanan di bawah pohon jati mudah terbakar," katanya.

Sementara itu, salah seorang mantri hutan di RPH Kaliabu, Sugiri menegaskan, luas kebakaran hutan hari ini sekitar 1 hektar. Menurutnya, hal itu sengaja dibakar 3 orang calon pencuri kayu yang tepergok petugas patroli saat hendak menebang hutan.

"Tujuannya pembakaran di hampir 4 titik lokasi kebakaran ini untuk mengalihkan perhatian petugas," ungkapnya.

Selain itu, Sugiri memastikan, dengan mengandalkan sebanyak 5 orang petugasnya, pemadaman api berlangsung hampir selama 2 jam selesai. Yakni sejak terbakar sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

"Hampir sudah padam semuanya. Tetapi para pencuri kayu yang lari ke arah atas tadi sudah tak diketahui lagi jejaknya," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.