Kompas.com - 12/09/2013, 19:38 WIB
Duta besar Belanda di Jakarta Tjeerd De Zwaan berfoto bersama keluarga korban pembantaian yang dilakukan militer Belanda pada 1945-1949 untuk menumpas perlawanan Indonesia. ROMEO GACAD / AFPDuta besar Belanda di Jakarta Tjeerd De Zwaan berfoto bersama keluarga korban pembantaian yang dilakukan militer Belanda pada 1945-1949 untuk menumpas perlawanan Indonesia.
|
EditorKistyarini

PINRANG, KOMPAS.com
 — Keluarga korban pembantaian Westerling di Desa Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku belum menerima kompensasi yang diberikan Pemerintah Belanda.

“Sudah sering orang Belanda datang ke wilayah Suppa ini, meminta data dari keluarga korban kekejaman Westerling, untuk diberikan kompensasi, namun hanya janji-janji," kata Muhammad Akil, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pinrang, Kamis (12/9/2013).

Akil adalah putra Ambo Siraja, Komandan Batalyon II kala itu. Akil mengaku telah mendata ratusan kerabat dan ahli waris korban kekejaman Westerling 66 tahun lalu. Di Desa Suppa, kata Akil, terdapat 208 orang.

Menurut Akil, pada Kongres ke-9 LVRI Oktober 2012 lalu pemerintah juga menjanjikan bantuan rumah kepada korban Westerling. Namun, hingga kini janji itu belum ada kejelasan.

“Setiap bulan, sejumlah keluarga yang telah terdata mempertanyakan dana kompensasi dari Belanda dan janji bantuan rumah dari pemerintah,” kata Akil.

Seperti diberitakan, Pemerintah Belanda melalui Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan, menyampaikan permintaan secara umum kepada Indonesia terkait serangkaian "pembantaian" yang dilakukan militer Belanda pada 1940-an.

"Atas nama Pemerintah Belanda, saya meminta maaf atas kejadian itu," kata Dubes de Zwaan, dalam sebuah upacara resmi di Kedubes Belanda di Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah Belanda berharap permintaan maaf ini akan menutup babak-babak sulit bagi mereka yang terdampak langsung kekerasan yang terjadi antara 1945 sampai 1949," tambah de Zwaan.

Bulan lalu, Pemerintah Belanda mengumumkan akan memberikan santunan sebesar 26.600 dollar AS atau sekitar Rp 270 juta untuk para janda korban pembantaian.

Perhatian khusus dalam upacara ini diberikan kepada para janda para lelaki yang tewas dalam kampanye militer brutal Belanda di Sulawesi.

Dubes de Zwaan berencana akan terbang ke Makassar pekan depan untuk bertemu dengan para janda yang kini berusia antara 90 hingga 100 tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.