Kompas.com - 12/09/2013, 18:01 WIB
warga nunukan kaltara berikan suara pada pilgub kaltim KOMPAS.com/SUKOCOwarga nunukan kaltara berikan suara pada pilgub kaltim
|
EditorKistyarini

SAMARINDA, KOMPAS.com
- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur menerima laporan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tentang terjadinya pelanggaran yang dilakukan tim sukses salah satu peserta Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.

Anggota Bawaslu Kaltim, Syaiful Bahtiar, mengatakan, pelanggaran berupa politik uang dilaporkan terjadi di daerah Muara Jawa, Kutai Timur, dan Penajam Paser Utara (PPU).

"Dari ketiga daerah tersebut, kasus pelanggarannya sama. Modusnya undangan jalan santai tapi mendapat imbalan uang," kata Syaipul saat ditemui di kantornya, Kamis (12/9/2013).

Syaipul menjelaskan, sebenarnya masyarakat hanya mendapat undangan untuk jalan santai yang dilaksanakan pada akhir September nanti. Sayangnya dalam undangan itu, terselip uang sebesar Rp 50.000.

"Mereka menyebar undangan, yang belakangan diketahui ada ajakan untuk memilih salah satu calon. Tapi undangan disebar waktu masa tenang, yang sebenarnya sudah tidak boleh melakukan kampanye lagi," jelasnya.

Pelanggaran juga dilaporkan terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), yakni adanya selebaran yang isinya mengajak masyarakat untuk mencoblos salah satu kandidat. Di balik selebaran tersebut, terpampang wajah Bupati Kukar Rita Widyasari, sehingga timbul persepsi bahwa Bupati Kukar mengajak memilih kandiat tersebut.

"Untuk kasus tersebut, Rita tidak terima. Memang dalam selebaran itu tidak ada maksud pencemaran nama baik, tapi ada pencatutan tanpa seizin Rita. Hal ini bisa saja sampai ke ranah hukum dan pidana," terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uniknya, lanjut Saipul, dari kedua kasus tersebut diketahui ajakan pencoblosan untuk kandidat yang sama. Sampai saat ini, Bawaslu pun masih memproses semua laporan. Dari, dan semua kasus tersebut, Bawaslu dan Panwas terkendala saksi.

"Kendalanya hanya pada saksi. Alasan masyarakat tidak mau menjadi saksi adalah karena takut, masa bodoh, dan tidak mau repot," ungkapnya.

Pelanggaran lainnya adalah pada penanganan pemungutan suara, yakni ada pergantian petugas di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) dengan alasan sibuk. Padahal petugas yang sudah terdaftar tidak boleh diganti-ganti karena namanya sudah dicantumkan dalam SK.

"Ini merupakan jenis pelanggaran kode etik. Bawaslu akan terus memonitoring dan menindak lanjuti semua laporan," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.