Kompas.com - 12/09/2013, 16:23 WIB
Dermaga Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini terdapat 1.336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Dermaga Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/6/2012). Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil purba Komodo. Berdasarkan data pada 2010 di pulau ini terdapat 1.336 ekor Komodo, sedangkan 1288 ekor di Pulau Komodo, 86 di Pulau Nusa Kode, dan 83 di Pulau Gili Motang.
|
EditorFarid Assifa

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Menteri Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono menjelaskan, dana untuk pelaksanaan puncak Sail Komodo pada 14 September 2013 mendatang senilai Rp 60 miliar. Dana sebanyak itu peruntukkan bagi persiapan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan puncak Sail Komodo di Pantai Pede, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dana tersebut diambil dari pemerintah pusat.

Hal ini dijelaskan Menkokesra kepada wartawan di lokasi puncak Sail Komodo 2013 di Pantai Pede, Kamis (12/9/2013) .
               
Agung menjelaskan, persiapan menjelang puncak Sail Komodo pada Sabtu (14/9/2013) sudah rampung. Atraksi budaya siap ditampilkan dan panggung untuk puncak Sail Komodo sudah siap dipakai. Termasuk pula Kampong Tengah dan dermaga Labuan Bajo juga sudah sangat siap.

“Saat ini tinggal pemantapan dari persiapan puncak Sail Komodo 2013 yang berpusat di Pantai Pede,” jelasnya. Menurut Agung, ada yang lebih menonjol di Sail Komodo 2013 daripada event serupa sebelumnya, yakni adanya hewan purba Komodo.

Lebih jauh Agung menjelaskan, Sail Komodo 2013 bertujuan mempercepat pembangunan NTT karena merupakan salah satu destinasi utama pariwisata dunia. Dan dampak dari penyelenggaraan Sail Komodo 2013 adalah pembangunan dermaga kapal yang bagus, sehingga bisa menampung kapal-kapal wisatawan. Dan juga pembangunan hotel-hotel berbintang di Kota Labuan Bajo akan semakin berkembang. 

Selain itu, program percepatan pembangunan NTT selain pertanian, perkebunan, peternakan juga akan semakin maju sebagai dampak  ke depan dari Sail Komodo ini. Apalagi, pembangunan infrastruktur lapangan terbang dengan anggaran khusus sudah berjalan. Beberapa hari lalu pesawat Boeing 737 seri 800 sudah mendarat mulus di Bandara Udara Komodo, sehingga turis yang berkunjung ke Kota Labuan Bajo bisa langsung terbang dari Singapura atau dari Jakarta menuju ke Bandara Udara Komodo.

Manfaat lainnya dari Sail Komodo adalah percepatan pembangunan bidang kehutanan di Nusa Tenggara Timur dengan anggaran Rp 3 triliun lebih.

“Saya berharap masyarakat Manggarai Barat pada khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya menjaga kebersihan, menjaga keamanan, dan menjaga keramahan kepada tamu-tamu yang berkunjung ke wilayah ini,” harapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X