Kompas.com - 12/09/2013, 16:21 WIB
Ilustrasi kekeringan KOMPAS.com/Anton Abd KarimIlustrasi kekeringan
EditorKistyarini


TEMANGGUNG, KOMPAS.com
— Minimnya pasokan air di musim kemarau yang membuat lahan pertanian kering dan tidak bisa ditanami menyebabkan sejumlah petani di Kabupaten Temanggung dan Magelang, Jawa Tengah, berganti profesi. Mereka menjadi buruh tani dan buruh bangunan di kota.

Irfa’i, Sekretaris Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/9/2013), mengatakan, alih profesi terpaksa dilakukan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga.

Menurut dia, dari 85 hektar sawah di Desa Caruban sekitar 10 hektar sawah saat ini dibiarkan kosong tanpa tanaman apa pun. Yang ada hanya rumput liar dan tanah yang retak-retak. Kondisi ini sudah berlangsung empat bulan terakhir.

”Para petani pemilik lahan saat ini banyak yang beralih profesi dan bekerja di luar kota sebagai buruh bangunan. Yang masih tinggal di desa memilih menjadi perajin keranjang tembakau atau menjadi buruh tani di desa lain,” ujar Irfa’i.

Sebagian besar areal sawah di Desa Caruban merupakan lahan tadah hujan. Akibatnya, jika tidak ada hujan atau pasokan air sama sekali, sawah mengering dan retak-retak tidak bisa ditanami.

”Tidak hanya itu. Sejumlah petani yang putus asa karena tidak bisa bercocok tanam akhirnya memanfaatkan lahan untuk membuat batu bata. Bahkan, ada petani yang menjual atau menjadikan tanah untuk lokasi bangunan rumah,” kata Irfa’i.

Hal serupa terjadi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Bahroni (50), seorang petani, mengatakan, sekitar tiga bulan terakhir sebagian besar petani di Desa Deyangan, termasuk dirinya, tidak lagi bercocok tanam.

”Kami tidak ingin nekat menanam. Dalam kondisi sekarang ini, jenis tanaman apa pun berisiko tinggi gagal panen akibat kekeringan,” ujarnya. Sebagian besar areal sawah di Desa Deyangan juga termasuk lahan tadah hujan.

Menurut Bahroni, selama tidak bisa menjalankan aktivitas bercocok tanam, dirinya memilih bekerja di penggilingan padi. Sejumlah rekan petani lain memilih bekerja sebagai buruh bangunan, berdagang, atau menjadi buruh tani di desa lain yang masih berkecukupan air.

Di desa lain, Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Magelang, Suratman (40), seorang petani, mengatakan, selama dua bulan terakhir pasokan air masih didapatkan dengan sistem bergilir. Namun, karena debit air semakin berkurang dan banyak petani yang butuh, dia terpaksa harus begadang hingga malam atau dini hari.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.